by

Ikhtisar Kongres-Kongres Partai Syarikat Islam Indonesia

IKHTISAR KONGRES-KONGRES

PARTAI SYARIKAT ISLAM INDONESIA

_______________________________                                                                             

Nomor : KEPUTUSAN-KEPUTUSAN

  1. KONGRES KE- I

26 Januari 1913 disurabaya.

Kongres dipimpin oleh O.S. Tjokroaminoto.

Dalam kata pembukaan, O.S. Tjokroaminoto antara lain menyatakan :

“……kongres adalah salah satu daripada tanda-tanda bukti kebangkitan rakyat Indonesia yang dipandang sebagai seperempat manusia…………….”

Bahwa apabila rakyat sudah bangun dari tidurnya, tidak ada sesuatunya yang dapat menghalangi pergerakannya,”

“……bahwa kelahiran Sarekat Islam, adalah semata-mata karena kudrat iradat Allah Ta’ala…..

Bahwa Ummat Islam Indonesia harus harus bersatu dalam ikatan agamanya………..

Bahwa perhimpunan SI sebagai air bah yang mengalir pada mula, tetapi tidak lama antaranya menjadi air banjir yang amat derasnya !

Kongres berbentuk C.C.SI (Comite Central Sarekat Islam dengan Pressiden : H. Samanhoedi dan Vice Presiden O.S. Tjokroaminoto.

 

SUSUNAN ORGANISASI:

___________________

Indonesia dibagi menjadi tiga departemen, masing-masing :

  1. SI Jabar, meliputi : Jawa Barat dan Sumatra dengan pusat di Jawa Barat Pimpinan : R. Goenawan.
  2. SI Jateng meliputi : Jawa Tengah dan Kalimantan, berpusat di Solo. Pimpinan : H. Samanhoedi.
  3. SI Jatim meliputi : Jawa Timur dan Nusa Tenggara dan Sulawesi, berpusat di Surabaya. Pimpinan : O.S. Tjokroaminoto.

 

  1. KONGRES KE II :

2  Maret 1913 di Surakarta.

Pimpinan Kongres : O.S. Tjokroaminoto.

29 Maret 1913 SI beraudiensi kepada G.G. A.W.F. Idenburg untuk mendapatkan rechtspersoon.

Mendapat rintangan dari A.L.G. Sindikat fabriekaten.

 

 

 

 

  1. KONGRES KE- III

Tahun 1914 dilangsungkan Kongres SI ke- III di Jogjakarta dari tagl 18 sampai 20 April 1914.

Dalam Kongres tersebut hadir utusan-utusan dari 80 perkumpulan setempat. Kongres menetapkan Anggaran Dasar dan memilih pengurus :

O.S. Tjokroaminoto terpilih menjadi Presiden SI sedang H. Samanhoedi sebagai Ketua Kehormatan.

Kejadian ini menimbulkan polemik-polemik antara pendukung H. Samanhoedi dan para pengikut O.S. Tjokroaminoto, yang dilanjutkan melalui majallah “Dunia Bergerak” yang dipimpin oleh wartawan Surakarta, Marko seorang pendukung H. Samanhoedi. Dan “Utusan Hindia” yang dimainkan oleh kaum muda yang terbit di Bandung, dipimpin oleh Abdoel Moeis dan oleh “Pancaran Warta”. Akibat daripada perselisihan ini, tidak tercapai konsolidasi lanjutan C.SI Dalam Pada itu SI sudah tersebar sampai keseluruh Nusantara dan Kalimantan.

 

  1. KONGRES KE – IV (NATICO KE-I) SI

17 sampai 24 Juni 1916 di Bandung.

 

Kongres ke- IV ini disebut NATICO, singkatan dari : National Indische Congres, yang dalam Bahasa Indonesianya : Kongres Kebangsaan Indonesia”. Inilah natico ke- I dipimpin oleh O.S. Tjokroaminoto. Dengan perkataan nasional dimaksud, bahwa SI menuju kearah persatuan yang teguh dari semua golongan bangsa Indonesia yang harus dibawah ketingkat natie. Lambat laun dengan jalan evolusi, berjuang mencapai pemerintahan sendiri……” Demikian penjelasan Tjokroaminoto tentang “national.

  1. NATICO menuntut “zelf bestuur”,decentralisasi/otonomie dari beberapa daerah, adanya Wakil-2 Rakyat, perbaikan nasib Rakyatditanah-tanah partikelir dan nasib kaum buruh perkebunan.
  • Untuk pertama kalinya ada oposisi di Indonesia. Sama’un cs. bikin actie. Timbul perlawanan di Jambi, Padang Panjang, Palembang, Batawi. Pada perlawanan yang lekas meluas itu, Belanda melihat pengaruh SI memegang peranan dibelakang layar.-

______________________________________________________________________

  1. NATICO KE- II. SI

20 – 27 Oktober 1917 di Jakarta.

 

  1. Menetapakan Beginzel Program.
  2. Program Pekerjaan (Program van actie).
  3. Mengharamkan Kapitalisme.
  4. Semboyan : “HARSA, KAWASA, MARDIKA”. Ikut dalam Indie Weerbaar dan National Commite.

 

 

 

 

 

  1. NATICO KE –III SI

23 September s/d 6 okt 1918 di Surabaya.

  1. Menentang Pemerintah melindungi kaum modal.
  2. Mengorganisir kaum buruh dan kaum tani.
  3. Menuntut hak memerintah bagi Bangsa Indonesia.
  4. Memperkuat “Radicale Consentrasie” menuntut supaya Rakyat di-ikut sertakan memerintah.

 

VII. NATICO KE- IV.  SI

26 oktober s/d 2 November 1919 di Surabaya.

 

  1. Mempertegas sikap, menentang “Het Zondige Kapitalisme”.
  2. Membentuk Commite Agama, Politik, Adat, Buruh, Jawa Dwipa, Koperasi. Semua di koordinasi Oleh : “Com. Tentara Kanjeng Nabi Muhammad”.
  3. Terjadi peristiwa Toli-Toli 5 Mei 1919 (Salumbaga = kerja paksa dalam bulan Puasa).
  4. Terjadi Afdeling “B” (di Tjimareme). Kab. Garut.

 

VII)    NATICO  KE- V SI

2 – 6 Oktober 1920 di Jokjakarta.

  1. Program Azas dan Program van Actie disempurnakan menjadi “Beginzel Verklaring” terdiri dari : 4 Bagian, 16 ayat.

Tambah nyatalah bahwa Program Azas itu benar-benar konsepsi tandingan terhadap Manifesto Komunis.

  1. Mosi kepercayaan atas kepemimpinan O.S. Tjokroaminoto.

 

VIII.    NATICO KE – VI.  S. I.

6 – 10 Oktober 1921 di Surabaya.

  1. Dipimpin oleh H. A. Salim ;
  2. S. Tjokroaminoto sakit,

(preventief)

  1. Melarang anggota S. I. menjadi anggota PKI/ lain partai.

(disiplin partai).

  1. Tersiar berdirinya S. I. Merah oleh PKI.

9  bulan O. S. Tjokroaminoto ditawan, dituduh mengadakan sumpah palsu” dalam perkara Afdeling “B” Affaire.

 

 

 

 

 

Oktober 1922 di Cirebon.

 

  1.   I.  mengadakan : “Kongres Al – Islam

Penyelenggara : Bratanata.

Dipimpin oleh : O.S. Tjokroaminoto dan K. A. Salim dibantu oleh tokoh Muhammadiyah. Kongres membentuk C. C. Al- Islam. sebagai pimpinan Suroso, pemuka S. I. dari Garut.                                                                                                            b.   harapan kepada Pemerintah S. P. 11 Maret 1966 /ketetapan MPR No. XI /MPR          /1966, agar segera mengambil tindakan dalam rangka mengatasi situasi yang gawat akibat Pidato 17 Agustus 1966 dari Presiden Soekarno.

  1. Resolusi kepada Pemerintah tentang politik dalam dan luar negeri, sosial, ekonomi dan keuangan.
  2. Menetapkan :

1) Garis-garis kebijaksanaan Partai dibidang Politik, Organisasi, Keuangan, Ekonomi.

2) Program perjuangan Partai berdasarkan program Azas dan Program Tandhim

Partai.

3) Program Kerja menghadapi pemilihan umum.

4) Tempat Majlis Tahkim ke -33 di Makassar, atau Surabaya, atau Medan.

MAJELIS TAHKIM LUAR BIASA KE –II, DAN MAJEIS TAHKIM KE –XXXIII – PSII di Majalaya, Bandung Selatan. 26 – 30 JULI 1972.

  1. Majelis Tahkim Luar Biasa ke – II memutuskan :
  • Mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi AD/ART PTI PSII terdahulu (th. 1954 –dan 1963).
  1. Menetapkan AD/ART PSII yang baru panitia tiga dan panitia Sembilan, dan menugaskan D.P. yang baru untuk menyusunnya.

2.Majelis tahkim ke – XXXIII memutuskan :

1.Menerima laporan pertanggungan jawab L.T.  selama masa kerja th. 1966 – 1972, dengan

Beberapa catatan dan kritik-kritik pedas.

2.Menetapakan Program Van Aksi Partai untuk tahun  MT – XXXIII MT – XXXIV.

3.Menetapkan Program Keuangan Partai.

4.Menetapkan dan mengesahkan DPP – Partai hasil pemilihan langsung Majelis Tahkim XXXIII.

Dewan Pusat :

– Bustamam SH…………………………………………………Pres.

-H. Moh. Syafi’i………………………………………………..Wak. Pres.

-H. Muchtar Mihardja………………………………………Wak. Pres.

-H. abdoellah Ridhwan…………………………………….Sekjen.

-H.A. Rasyid……………………………………………………..Wak. Sekjen.

-Mansyur Dahlan……………………………………………..Wak.Sekjen.

-H.A. Syukur……………………………………………………..Bendahara.

Lajnah Tanfidziyah :

-H.M. Ch. Ibrahim…………………………………………….Pres.

-O.J. Helmi…………………………………………………….…Wak. Pres.

-K.H. Firdaus…………………………………………………….Wak. Pres.

-Ischak Moro…………………………………………………….Wak. Pres.

-Dra. Zubaidah Muctar……………………………………..Wa. Pres

-Wartomo Dwidjojuwono…………………………………Sekjen

-Andi Mappatunru B.A.……………………………………..Wa. Sek.

-A.T. Salim…………………………………………………………Wa. Sek.

-Rachmad Syamsudin………………………………………..Wa. Sek.

-H. Lukman Siregar…………………………………………….Dep. Keuangan.

Untuk melengkapi susunan Penguru DPP- Partai diserahkan kepada DP- LT hasil pilihan MT – XXXIII tersebut.

5.Tempat Majlis Tahkim ke- XXXIV ditetapkan salah satu dari kota-kota :

– Palembang                                              – Medan

– Menado                                                   – Semarang

– S u r a b ay a.

Mencegah dibesar-besarkannya pembicaraan2 perkara2 khilafyah yang menjurus ke furu. Dan tercegahlah perselisihan2 yang bersumber dari padanya.-

Dimuat dalam Tafsir- Program Azas Hal Peringatan Umum, dan dalam Program Tandhim angka 1 hal : Arah dan Daya Upaya Perlawanan……..” = Peny. A.R).

 

NATICO KE – VII SI

`17 -20 Februari 1923 di Madiun.

  1. Mengakhiri sifat2 lokal2 S. I. yang pada waktu itu dipimpin oleh C.SI dengan Presidennya : O.S. Tjokroaminoto.
  2. Kongres Central S. I. ini tegas2 menetapkan S. I. menjadi suatu “KAUM” (Partai) dengan nama “Partai Syarikat Islam Hindia Timur” disingkat “PSIHT”.
  3. Memperkuat disiplin Partai terhadap PKI (putusan NATICO – VI th. 1921 di Surabaya).
  4. Membentuk Organisasi wanita PSIHT dengan nama : SI Wonodya”.
  5. Melaksanakan Kongres2 Propinsi
  • Nasional Borneo Kongres,………April di Banjarmasin.
  • Nasional Kongres Celebes, 24 – 29 di Manado.

 

  1. NATICO KE – VIII P.SIH.T.

8 – 11 Agustus 1924 di Surabaya.

 

  1. Menetapkan sikap “ NON COOPERATION”
  2. Tanggal 19 – 21 Mei 1924 di Garut. Diselenggarakan Kongres Al – Islam Luar Biasa, membahas “Islam Sosialisme”
  3. Tanggal 24 – 26 Mei 1924, Kongres Al –Islam mengutus………..ke Cairo tentang : Khilafat dan mendirikan “C.C. Khilafat”.

 

XII.  NATICO KE – IX    P.SIH.T.

21 – 27 Agustus 1925 di Jogjakarta.

  1. Menetapkan Dasar pendidikan : “National Muslim Onderwijs” dan gagasan “Padvinderij”, menuju “Pan Islam”. Kongres dilangsungkan bersama2 dengan Kongres Al –Islam ke IV, yang bersifat kongres Agama, ikut serta didalamnya Kaum – Metselarij (Kaum Tarekat).
  2. Terbit Buku “Islam dan Sosialime.”
  3. KONGRES AL –ISLAM KE- V. 10 Januari 1926 di Cianjur mengutus. O.S. Tjokroaminoto dan M. Mansoer (MD) ke Muktamar Alam Islami di Mekkah.
  4. 1 Juni 1926. Muktamar Al Islami diselenggarakan di Mekkah.
  5. ………September 1926. Di Surabaya dilangsungkan Kongres Al –Islam ke –VI

-mengubah C.C. Khilafat menjadi Muktamar Alam Islam Hindia Syarkiyah (M.A.I.H.S.).

  1.    NATICO KE- X       P.SIH.T.

1 -5 Desember 1926 di Bogor.

-Kongres dilangsungkan bersamaan dengan Kongres Al Islam ke – VII (Kongres ke I,

BACA JUGA:   Ketua Umum PP/LTSI menjadi narasumber dalam acara KUII VII Tahun 2020 di Bangka Belitung

M.A.I.H.S).

NATICO KE – XI,    P.SIH.T.

14 – 17 Januari 1927 di Pekalongan.

  1. Memperkuat Musyawarah M.A.I.H.S.
  2. Membicarakan :

-adanya Majlis ulama

-perhubungan dengan “Liga Anti Imprealisme dan Kapitalisme” tentang : “Persiapan Kemerdekaan Ummat (Bangsa)”.

  1. Pembangunan Ancarul Haramain.
  2. Mengutus 3 orang, diantaranya K.A. Salim ke Muktamar Alam Islami di Mekkah.
  3.    TANGGAL 9 APRIL 1927 Lahir “Sarikat Islam Afdeling Pandu “ (S. I. A. P.).

 

NATICO KE – XII,     P.SIH.T.

28 Sept – 2 Okt 1927 di Pekalongan.

  1. Membicarakan ekonomi dan kemerdekaan nasional :
  2. Majlis Perdagangan.
  3. Kongres tentang stelling (pameran) perdagangan dan kerajinan nasional.
  4. Bank Nasional Indonesia.
  5. PSIHT dan PNI mendirikan permufakatan Partai-Partai Politik Kebangsaan Indonesia (P3.K.I) tanggal 17 september 1927.

 

  1. NATICO KE – XIII. SIH.T.

26 -29 januari 1928 di Mataram.

 

  1. Memperingati genap 15 tahun dibawah pimpinan O.S. Tjokroaminoto.
  2. Memperbaharui semboyan : “HARSA, KAWASA, MARDIKA “.
  3. 27 – 30 September 1928. di Kediri Moesjawarah Oemmat Islam (M.O.I) berkongres.
  4. 25 NOPEMBER 1928. Lahir “PEMUDA MUSLIMIN INDONESIA’ (P.M.I.).

 

XVII. NATICO  KE – XIV.    P.SIH.T.

……….Januari 1929 di Batavia.

  1. Kongres ini dilangsungkan bersama2 dengan Kongres Majlis ‘Ulama dan SIAP.
  2. Menetapkan “Surat Formulir – Perjanjian Nikah “ terutama untuk dipergunakan oleh Warga SI
  3. Membentuk Departemen Keuangan Partai.
  4. Membentuk Bank Qirad.
  5. Nama P.SIH.T.dirubah menjadi P.SII.
  6. Berlangsung Kongres2 Propinsi :

-25 – 27 April 1929 Kongres Propinsi Jawa TImur di Surabaya.

-2 – 6 Agustus 1929 Kongres Propinsi Jawa Tengah di Cilacap.

-16 – 19 Januari 1930 Kongres Propinsi Jawa Barat di Garut.

-Tumbuh Sarekat Perempuan Islam Indonesia dibeberapa cabang.

 

XVIII.          NATICO KE – XV.  SI   (P.SII.)

24 – 27 Januari 1930 di Mataram.

  1. Program Azas disempurnakan.
  2. Program Van Actie diperluas menjadi Program Tandhim (Strijd Program = Program Perlawanan).
  3. Kongres selanjutnya, apabila dipandang perlu bertugas menyusun “Program van Actie” (Program pekerjaan) untuk berikutnya.
  4. Susunan Organisasi disempurnakan dan menganut “Wafd Stelsel”.
  5. Sebutan Kongres dirubah menjadi Majlis Tahkim (M.T.). dihitung mulai Kongres SI yang pertama pada tahun 1913, maka Kongres ini adalah Kongres (M.T.) ke – XVI PSII.
  6. Menyempurnakan Organisasi Wanita, ‘Ulama.
  7. T. ini dibawah pimpinan : H.A. Salim.
  8. Susunan Pimpinan Pusat Partai terdiri dari :

Dewan Pusat                   : Ketua        : H.O.S. Tjokroaminoto , H.A. Salim, Soerjopranoto.

Lajnah Tanfidziyah         : Ketua        : A.M. Sangadji, Dr. Soekiman.

 

  • ………..Maret 1930 mengadakan rapat2 umum di Jawa (di 8 tempat).
  • 5 Mei 1930 mengadakan rapat2 umum di Jawa dan Sulawesi.
  • 4 Desember 1930 T. mengeluarkan Maklumat.
  • 20 Desember 1930 mengadakan rapat2 di 24 tempat.
  • 8 April 1930 Kongres Propinsi Sulawesi Selatan di Parepare.
  • ………..1930.
  1. Berdirinya Commite Ummat Islam. Lahir “Majlis Permusyawaratan Islam” karena M.O.I. gagal .
  2. Menuntut hapusnya “r o d i”
  3. Melangsungkan algemene actie untuk menjelaskan sikap non-cooperation dan keluarnya PSII dari P3.K.I. dan macam2 tuntutan ke pihak Pemerintah.
  4. Perjanjian kawin.

 

  1. T. KE – XVII, P. S. I. I.

………..1931 di Surabaya.

  1. Menetapakan disususnnya “Tafsir Program Azas dan Program Tandhim” Partai.
  2. Memberi tugas kepada H.O.S. Tjokroaminoto untuk menyusun Tafsir tersebut dan selesai dikerjakan pada tanggal 26 Oktober 1931.
  3. Memutuskan mengadakan gerakan swadesi.
  4. Dalam tahun ini di Surabaya berlangsung Kongres Al Islam ke- VIII (Kongres ke-I MAIHS), untuk membicarakan nasib UmmatIslam Tripoli, Barkah dan lain2.
  5. Boikot Italia.
  6. Memprotes Majalah Hwa Kiaw buah pena Oei Bee Thai yang isinya menghina Nabi Muhammad s.a.w.

Tanggal 27 – 28 Juni 1931, di Surabaya, dibawah pimpinan PSII, Organisasi Islam k.l. 48 organisasi mengadakan rapat dan berhasil membentuk “Commite Al Islam” dengan Voorziter : H.M. Sangadji, dengan organ “ Al Jihad” untuk membela Islam.

  1. M. T. KE – XVIII. P.SII.

Akhir 1931, di Bandung.

  1. T. mengesahkan Tafsir Program Azas dan Program Tandhim PSII, hasil karya H.O.S. Tjokroaminoto.
  2. Menetapkan Program Agraria untuk melakukan gerakan Swadesi putusan M.T. Ke- XVII.
  3. Departemen Pertanian dibawah pimpinan Abikoesno Tjokrosoejoso mengorganisir “Sarekat Tani”. Menetapkan status Sarekat Tani, dan melahirkan ajakan kepada rakyat/ manifest Sarikat Tani.
  4. Tahun 1932, banyak dilangsungkan beberapa Kongres Propinsi (Provinciale Congres) PSII, antara lain di Sumatra Barat. Tahun 1932 juga di Malang berlangsung Kongres Al- Islam  Ke- IX, membicarakan seruan Mufti Besar Palestina.
  5. Mengirim Abdul Kahar Mudzakkir ke Muktamar Alam Islam.

 

XXI.         M. T. KE – XIX,       PSII.

5 – 12 Maret 1933 di Jakarta.

  1. Karena keputusan M. T. Dr. Soekiman, Soerjopranoto cs. keluar dari PSII dan membentuk Partai Islam (PARI), berpusat di Mataram, juga berdiri Lajnah Markazijah Partai Syarikat Islam (L. M. Parsi).
  2. Menetapkan “Sikap Hijrah”.
  3. Menerima prasaran tentang : “Cultuur dan adat Islam” yang dimajukan oleh HOS. Tjokroaminoto, yang berbuah disusunnya “Reglemen Umum Ummat Islam”.

XXII.         M. T.  KE – XX  PSII.

20 – 26 Mei 1934 di Banjarnegara. Dihadiri 120 Cabang.

  1. Mengesahkan “Reglemen Umum bagi Ummat Islam” yang disusun oleh HOS. Tjokroaminoto.
  2. Menetapkan disiplin Partai terhadap lain2 organisasi (Muhammadijah).

 

 

17 Desember 1934/10 Ramadhan 1353

H.O.S.  Tjokroaminoto Wafat.

Lahir  : 16 Agustus 1882

 

XXIII.               M. T.  KE – XXI    PSII.

30 Juli – 4 Agustus 1935 di Malang, Jawa Timur.

  1. Medan pertentangan golongan NON (Abikoesno cs.) dengan goloongan CO. (H.A. Salim cs.).
  2. MT menunda pembicaraan mengenai sikap NON dan CO sampai pada MT yang akan datang.
  3. Jumlah anggota 45.000, dikeluarkan lebih 10.000 orang.
  4. Wanita telah mempunyai anggota 6.000 orang dengan 34 cabang.

 

XXIV.               M.T.  KE – XXII    PSII.

8 – 12 Juli 1936 di Jakarta.

  1. Memutuskan “Sikap Hijrah”
  2. Karena keputusan ini, H.A. Salim memisahkan diri dan menyusun Barisan “Penyadar” PSII (H.A. Salim, H.A.M. Sangaji, Surowijono, Notopurojo dan Sabirin).

 

XXV.                  M. T.    KE – XXIII   PSII.

19 – 23 Juli 1937 di Bandung.

  1. Memutuskan rencana Partai disegala lapangan.
  2. Dalam tahun ini bergabung kembali PARTI dan L.M. Parsi.
  3. PSII mengeluarkan maklumat yang menganjurkan persiapan satu front Islamuntuk menghadapi rencana hokum tentang : Pendaftaran perkawinan di Kantor Burgelijke Staat.

Tanggal 18 – 21 Sepetember 1937, atas initiatief Muhammadijah dan Nahdatoel Oelama (N.O) serta PSII ( H.M. Mansoer,  K.H. Abdul Wahab, W. Wondoamiseno), berdirilah di Surabaya Majlis Islam A’la Indonesia (M.I.A.I).

 

XXV.                   A.    M. T.  KE – XXIV      PSII.

30 Juli – 7 Agustus 1938 di Surabaya.

 

  1. Menetapkan “Rencana Daftar Usaha Hijrah (Preadvis S.M. Kartosoewirjo) dan Daftar Usaha Hijrah (Preadvis K.H. Moestafa Kamil) sebagai pedoman menyusun “ Rencana Daftar Usaha Hijrah” oleh sebuah Panitia.
  2. Mendirikan “Organisasi Haji” PSII dengan sidqah Ibadah Haji.
  3. Menyerahkan penyusunan perubahan Tafsir Program Azas dan Program Tandhim kepada : S.M. Kartosoewirjo.

 

  1. KONGRES AL- ISLAM  KE – X oleh MIAI.

28 Februari – 1 Maret 1938 di Surabaya.

Kongres Memutuskan :

  1. Menentang Peraturan Kawin yang direncanakan Pemerintah Hindia Belanda.
  2. Melawan hinaan2 terhadap Nabi, Al-Quran dan Agama.
  3. Soal waris supaya dikembalikan kepada Raad Agama, juga tentang ketetapan bulan puasa dan perjalanan haji.

Tanggal 21 Mei 1939 di Gedung Permufakatan Indonesia, Gang Kenari No. 15  Jakarta, berdirilah :

“GABUNGAN POLITIK INDONESIA (GAPI). Dengan tuntutannya :

“INDONESIA BERPARLEMEN”

Rapat pendirian konsentrasi Nasional ini dipimpin M.H. Thamrin. Hadir dari wakil2 Partai :

  1. Paguyuban Pasundan : Oekar bratakoesoema, Soeradiredja, A. Soeardi;
  2. Gerindo : Mr. Amir Sjarifoedin, Sanoesi Pane, Wilopo dan Adnan Gani;
  3. Parindra : Soekardjo Wirdjopranoto.
  4. Perserikatan Minahasa : R.C.L. Senduk, Dr. Ratu Langie;
  5. Partij Islam Indonesia : Haji Mansoer dan Wiwoho.
  6. SII. : Abikoesno Tjokrosoejoso, Sj.Latief dan Moh. Sjafi’i.

Karena perbedaan pendapat mengenai pelaksanaan Usaha Hijrah, maka S.M. Karto soewirjo dan Kamran cs. memisahkan diri dari organisasi Partai dan membentuk  : Komite Pembela Kebenaran (K.P.K) PSII.

Tanggal 7 Mei 1939

KONGRES AL-ISLAM KE- XI  (M.I.A.I) di Solo.

 

 

XXVI.                  M. T.    KE- XXV   PSII

……..Januari 1940 di Sriwijaya Palembang (Sumsel).

  1. Memutuskan, memperkuat tuntutan GAPI “INDONESI BERPARLEMEN” .
  2. Mengesahkan Reglement van Orde (Peraturan Tata Tertib) Pimpinan Harian DEwan Partai dan Lajnah Tanfidziyah PSII. (Tentang Hak Kekuasaan).
  3. Melaksanakan Plan Ekonomi Hijrah, mendirikan Warung Chazanatullah dan Bank Darul Ma’arif.

 

XXVII.                 M. T.  KE- XXVI       PSII

9 – 11 April 1941 di Garut/ Jabar.

  1. Memutuskan, member Generale Volmacht kepada Lajnah Tanfidziyah untuk bertindak keluar dan kedalam. C.V. ini diberikan berhubung situasi dunia dan didalam Negeri.
  2. 5-8 JULI 1941. Konferensi M.I.A.I. (Kongres Muslimin Indonesia) di Solo membantu mukmunin dari Mekah ke Indonesia.
  3. 25 DESEMBER 1941. PSSI keluar dari GAPI.
  4. 14 APRIL 1942. MAKLUMAT LT-PSII 12/1942 menyatakan PSII dalam keadaan “UDZUR” .Diinstruksikan supaya PSII menghentikan gerak usahanya”.

 

KONFERENSI DP- LT.  PSII.

14 Juni 1947 di Jogjakarta, setelah mendapat persetujuan dari segenap anggota  DP-LT.dengan jalan referendum. (Kecuali Abikoesno Tj. Karena berada dalam tahanan-politik).

Menetapkan, supaya Maklumat LT. No. 12.  14 April 1942 dicabut kembali, dan PSII bergerak kembali, dibawah pimpinan “P.P. Dlarurat.  PP-Dlarurat dipimpin oleh : Ketua W.Wondoamiseno, Wk. Ketua II Arudji Kartawinata, Sekjen. Sodjono.

BACA JUGA:   Rapat Baznas Pusat dan Syarikat Islam LAZ Indonesia Berzakat

17- Juni- 1947 PSII dinyatakan bergerak kembali dan mencabut kembali Maklumat LT- No. 12 /1942 tanggal 14 April 1942. Pernyataan ini diumumkan oleh P.P. Dlarurat PSII (tanpa instansi DP-LT).

1-4 Juli 1948 Kongres Dlarurat PSII di Kediri.  Menetapkan :

Membentuk Panitia Islah. Anggota2 terdiri : Imam Fashrudin, A.S. Mattjik, K.H. Zaenal, Sudjono, dan Mansur Burhan. (Dalam rangka penyatuan kembali PP-PSII Status April 1942, yang terdiri dari : DP. W.Wondoamiseno, dan LT. Abikoesno TJ. Pres. Dan Harsono Tj. Sekr.Um.)

 

15 Oktober 1948.

  1. Terjadi overgave – overname (serah terima) PP-PSII dari PP-Dlarurat PSII kepada P.P. PSII Status April 1942.
  2. Dikeluarkan maklumat No. 1 dari PP.PSII Status April 1942 yang menyatakan a.l :
  3. Mulai dikeluarkannya Maklumat No. 1 dengan resmi LT – DP. Harian bekerja kembali.
  4. Menganjurkan kepada semua PSII di Jawa dan Madura supaya tetap dalam Masyumi sampai ada ketentuan lebih lanjut.
  5. Untuk luar Jawa dimana Cabang2 PSII sudah lebih dulu bergerak kembali, supaya membentuk Staf Gedelegeerde LT – DP dengan jalan mengadakan Profinciale Kongres (di Sumatra dan Sulawesi).

Keterangan : Waktu itu Abikoesno Tjokrosoejoso masih menjabat sebagai Wakil Ketua II P.B. Masyumi, sedang Harsono sebagai anggota merangkap sebagai Ketua Umum PB- GPII.

Karena beranggapan bahwa dengan bergeraknya kembali PSII, berarti di Indonesia tidak hanya ada satu Partai Politik Islam (Masyumi) saja, tetapi menjadi dua Partai Politik Islam. Menurut mereka padahal dalam kepeutusan Kongres Muslimin Indonesia pada Awal November 1945, di Indonesia harus ada hanya satu Partai Politik Islam saja, yaitu : Masyumi. Oleh sebab itulah maka PB. Masyumi mengeluarkan ultimatum kepada mereka yang dianggap bertanggungjawab, yaitu :

 

  1. Abikoesno Tjokrosoejoso,
  2. Harsono Tjokroaminoto,
  3. Anwar Tjokroaminoto

Supaya :

  1. Menarik/ membatalkan Maklumat No. 1 diatas, atau
  2. Keluar/ dikeluarkan dari Masyumi.

Dengan adanya ultimatum tersebut, maka demi tanggungjawabnya kepada allah dan dunia PSII, tidak ada pilihan lain, kecuali tetap mempertahankan berlakunya Maklumat No. 1 diatas, walaupun untuk itu terpaksa keluar/dikeluarkan dari keanggotaan Masyumi tiadak berlaku lagi dengan sendirinya.

XXIX.  M. T.  KE- XXVII.   P.SII.

25 31 Maret 1950 berlangsung di Jogjakarta.

  1. Mencabut “Politik Hijrah” dan menggantikannya dengan : “Politik Parlementer”.
  2. Menetapkan Rencana Kerja Departemen-Departemen.
  3. Menetapka Azas dan Dasar pelaksanakan “ Politik Partai”, pelaksanaan “Program Azas” dan “Program Tandhim” di alam kemerdekaan (RIS).
  4. Menetapkan Program Politik Parlementer dan Pemerintahan.
  5. Melanjutkan perjuangan Partai sesuai dengan isi dan jiwa Proklamasi 17 Agustus 1945.
  6. Menerima perjanjian K.M.B. sebagai fait a compli.
  7. Susunan P.P.

D.P…………………: Abikoesno Tj. Dan  Sj. Latief.

  1. T…………………: Harsono Tj, Arudji K. dan Sudibjo.
  2. Perubahan AD/PRT/PTT.

 

XXXI.            M. T. – KE – XXVIII.     P.SII.

29 April – 6 Mei 1951 di Surakarta.

  1. Membahas haluan Politik dan Urgensi Program : Penyempurnaan Organisasi : Rencana Ekonomi PSII.
  2. Menetapkan Program Bersama Badan Permusyawaratan Partai-Partai (BPPP. Berdiri 31 Maret 1951), menjadi Urgensi Program PSII.
  3. Mendirikan Koperasi di cabang-cabang.
  4. Memperjuangkan adanya Overal Country Planning bagi Pembangunan Negara.

30 Agustus 1952 : Berdiri : “LIGA MUSLIMIN INDONESIA”.

 

 

XXXII.             M. T.  KE – XXIX .    P.SII.

20 – 27 Maret 1953 di Jakarta.

  1. Merealisir rencana perluasan Partai disegala lapangan dengan terbentuknya : Gertasi, Gobsi, dan Gerwapsi dan ditingkatkannya aktifitas Pemuda Muslimin Indonesia dan SIAP, sehingga fungsi Depertemen yang bersangkutan hanyalah memberikan Pimpinan dan bimbingan Politis dan Ideologis saja.
  2. Disamping Departemen PPR, berdiri : Yayasan Pendidikan Tjokroaminotoyang berpusat di Solo.
  3. Aktif dalam pemilihan Umum.
  4. Menetapkan Konsepsi Dasar2 Negara menurut ajaran Islam.
  5. Sikap menghadapi modal asing :
  6. Mempercepat usaha nasionalisasi.
  7. Mengadakn undang2 penanaman modal asing yang tidak merugikan rakyat.
  8. Melikwidasi sistim ekonomi ala K.M.B.
  9. Memperjuangkan kembalinya Irian Barat.
  10. Mengadakan moment aksi :
  11. Sesudah Kongresdiadakan Konperensi2 Pergerakan Pemuda yang memutuskan : “Rumusan 10 Pengertian” Pemuda PSII.
  12. Schorsing terhadap Abikoesno cs.

XXXII.            M. T.  KE – XXX .       P.SII.

3 – 10 April 1955 di Surakarta.

  1. Kesalahan Abikoesno dimaafkan dan diharapkan ikut aktif memimpin Partai. Sudibyo hadir dalam MT dan bicara didepan wufud serta minta maaf atas kesalahan2 nya.
  2. Menetapkan Program Pemilihan Umum (Preadvis Sudibyo), sedang Manifest Politik ditangguhkan.
  3. Susunan P.P. PSII :

D.P………….Ketua : H. Anwar Tj.

L.T…………..Arudji K.

25 September 1955 : Berlangsung Pemilihan Umum, yang pertama.

5 Desember 1955, berlangsung Pemilihan Anggota Konstituante.

PSII mendapat ; 8 anggota DPR , 16 anggota Konstituante.

 

 

XXXIII.             M. T. LUAR BIASA   (I).

29 Juli – 3 Agustus 1956. Di Surabaya.

  1. Abikoesno tidak tunduk kepada keputusan T.
  2. MT- Luar Biasa hanya berhasil menyusun Pucuk Pimpinan Partai :

Ketua D.P……. H. Anwar Tj.

Ketua L.T…….Arudji Kartawinata.

Tiga rencana tidak dapat dibicarakan :

  1. Pokok Konsepsi Konstitusi Dasar Negara.
  2. Manifest Politik.
  3. Perubahan Struktur Organisasi.

*) Abikoesno Tjokrosoejoso mendirikan “ PSII ABIKOESNO”.

 

XXXIV.                 MT.  KE – XXXI.     PSII.

20 -28 Mei 1962 di Bandung.

  1. Menerima baik Preadvis Arudji Kartawinata, tentang : Garis2 Politik dan Program Kerja Partai.
  2. Menetapkan H. Anwar Tjokroaminoto dan Arudji Kartawinata sebagai Mandataris MT- ke-XXXI.
  3. Mempertahankan Politik bebas actief.
  4. Melawan dan menentang kolonialisme dan imprealisme dalam segala bentuk dan manifestasinya.
  5. Menciptakan persahabatan antar bangsa terutama bangsa-bangsa di Asia, Afrika dan Amerika Latin.
  6. Bersama-sama rakyat progresif didunia yang anti kolonialisme dan imprealisme menuntut perlucutan senjata secara total mencegah peperangan, menghentikan percobaan senjata Nuklir, menuju perdamaian dunia.
  7. Menyetujui U.U Pokok Agraria, karena tidak bertentangan dengan Islam.
  8. Penyempurnaan AD dan ART Partai, yang penyusunannya diserahkan kepada P.P. Partai.

 

 

 

 

 

KONPERENSI BESAR KE – I PARTAI

5 – 10 September 1964, di Bandung.

  1. Menetapkan Program Umum dengan Sapta Programnya :
  2. Melawan segala bentuk rasionalisme yang hendak memisahkan Negara Dan Agama dan mengingkari adanya Tuhan Yang Maha Esa.
  3. Menyarankan kepada Pemerintah untuk mempertimbangkan, segera dilangsungkannya Pemilihan Umum, dan mencegah nasakom, dijadikan alat oleh golongan tertentu untuk dominasi segenap lapangan dan bidang pemerintah.
  4. Supaya KIAA di laksanakan menurut rencana.
  5. Mengutuk tindakan Amerika di Vietnam Selatan dan mendesak supaya meninggalkannya.

 

MAJLIS TAHKIM KE – XXXII.

20 – 26 Agustus 1966 di Bandung.

MEMUTUSKAN :

  1. Mengesahkan AD/ART/PTI hasil penyempurnaan Panitia Ad Hoc AD/ART/PTI yang dibentuk oleh DPP- Partai atas dasar keputusan MT- XXXI di Bandung, dengan amandemen-2.
  2. Megesahkan susunan DPP-Partai yang dibentuk dengan surat keputusan M.T. ke- XXXII, No. III/-KPTS /MT – XXXII /1966. DP dibawah pimpinan sdr. Arudji Kartawinata, dan LT dibawah pimpinan sdr. Anwar Tjokroaminoto.
  3. Menyampaikan :
  4. Harapan kepada Pimpinan MPR agar segera mengambil tindakan dalam rangka mengatasi situasi yang gawat akibat pidato 17 Agustus 1966 dari Presiden Soekarno.
  5. Harapan kepada Pemerintah S.P. 11 Maret 1966/ ketetapan MPR No.XI/ MPRS/1966, agar segera mengambil tindakan dalam rangka mengatasi situasi yang gawat akibat pidato 17 Agustus 1966 dari Presiden Soekarno.
  6. Resolusi kepada Pemerintah tentang politik dalam dan luar negeri, sosial, ekonomi dan keuangan.

 

  1. Menetapkan :
  • Garis-garis kebijaksanaan Partai dibidang Politik, Organisasi, keuangan, ekonomi.
  • Program perjuangan Partai berdasarkan Program Azas dan Program Tandhim Partai.
  • Program Kerja menghadapi pemilihan umum.
  • Tempat Majlis Tahkim ke- 33 di Makassar, atau Surabaya, atau di Medan.

 

MAJLIS TAHKIM KE – 34 SYARIKAT ISLAM  6 – 8 JULI 1985 DI JAKARTA

Majlis Tahkim telah mengambil beberapa ketetapan, antara lain sebagai berikut :

  1. Menetapkan Pancasila sebagai Azas Organisasi Syarikat Islam.
  2. Bahwa S. I. adalah organ organisasi kemasyarakatan yang MANDIRI dalam arti SI bukan organisasi yang mengisolasikan dirinya dan bukan pula menyendiri dari kehidupan bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara.
  3. Mencabut seluruh keputusan M.T. ke – 33.
  4. Menyusun program kerja lima tahun.
  5. Menyusun Susunan pimpinan Harian SI  periode 1985 – 1990, sebagai berikut :
  6. T. :H arsono Tjokroaminoto………………………………………………Ketua Umum.

: Drs. H.M.A. Gani M.A……………………………………………………Ketua

: H.M.J. Burhanuddin Adiwisastra……………………………………..Sekjen L. T.

: Chalid Djamarin……………………………………..………………….Sekertaris

: H.M. Zein Umar………………………………………………………….Keuangan.

D.P.   : M.T. Abubakar ……………………………………………………….Ketua Umum

: Ahmad D. Tjokroaminoto…………………………………………….Sekertaris.

: Ny. S. Yati A.I. Kartawinata…………………………………………..Anggota.

: R.O. Mahdi Tj………………………………………………………….Anggota.

: Drs. Syarifuddin Harahap…………………………………………….Anggota.

 

MAJLIS SYAR’I

K.H. Udung Abdurrahman………………………………………………….  Ketua Umum.

K.H.A. Gori Nury………………………………………………………………… Ketua.

Drs. A.Saefuddin……………………………………………………………….. Sekretaris.

 

  1. MAJLIS TAHKIM KE – XXXV SYARIKAT ISLAM, 16 – 22 OKTOBER 1991 DI JAKARTA.
  2. Menyusun program kerja lima tahun, titik berat pada konsolidasi organisasi, dalam arti yang luas dan meliputi segala bidang.
  3. Menyusun Pimpinan DPP –SI Peroide 1991 – 1996 :

LAJNAH TANFIDZIYAH :

  1. Ketua Umum : H. Taufiq Rusydi Tjokroaminoto.
  2. Ketua : H. Rusydi Qosim
  3. Ketua :  Muchtar Ali.
  4. Ketua : H. Ischak Moro.
  5. Sekjend : H. Ali Hamzah.
  6. Sek : H. Barna S.
  7. Sek : Ramly Nurhapi.
  8. Keuangan : H. Tadjudin M.
  9. Keu : Ny. Omi M.

DEWAN PUSAT

Ketua Umum                        : H. Syatiri Arsyad

Ketua                                      : H. Abdoellah Ridlwan MK.

Ketua                                      : H. Usman Sahidi SH.

Ketua                                      :

Sekretaris                               : Drs. Djauhari

Sekretaris                               Muhsin Sa’id.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

News Feed