by

Pemuda di Era Millennial

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Oleh Momba Sari Lubis (Bendahara Umum PP PERISAI)

Presiden RI Ke-1 Ir. Soekarno dalam sebuah pidato dengan lantang mengatakan “beri aku 10 pemuda, maka akan kuguncang dunia”. Kutipan pidato Bung Karno tersebut meyiratkan pesan yang sangat kuat bagaiman pemuda bisa menciptakan sebuah perubahan. Dalam konteks kemerdekaan, bahwa pemuda sudah mengambil peran dan sangat diandalkan untuk bertempur melawan penjajah dengan tenaga, darah, dan keringat. Dulu para pemuda berjuang melawan penjajah belanda dan jepang dengan sebuah keterbatasan yaitu bambu runcing, sepintas mustahil bambu runcing mampu untuk mengalahkan tank dan senjata yang dimiliki penjajah, namun dengan seamangat juang yang tinggi maka kemerdekaan pun akhirnya dapat diraih. Sikap pantang menyerah dan rela berkorban mencapai kemerdekaan menjadi sebuah inspirasi dan contoh bagi semua bangsa terutama bagi para pemuda.

Perkembangan zaman menjadikan kolonialisme bukan lagi menjadi tantangan bagi pemuda pada saat ini. Masuknya era globalisasi ditandai dengan pesatnya teknologi pada saat ini menjadi sebuah gaya bagi generasi di dalamnya. Generasi millennial menjadi sebutan bagi orang yang lahir sekitar tahun 1980 hingga 1999, diperkirakan masyarakat yang kini berusia 18-35 tahun disebut kaum millennial. Era globalisasi menjadi tantangan untuk para pemuda saat ini, teknologi berubah dengan pesat semua serba digital. Banyak hal yang diatur dengan satu perangkat secara mobile, cukup sentuh, tulis dah share. Begitu cangihnya, cepat dan efektif, dan efisien. Dan informasi menyebar dengan cepat ke batas- batas Negara dan mudah diakses dengan cepat.

Perkembangan teknologi bisa membawa dampak positif maupun negative di era millennial ini bagi para pemuda. Dengan perkembangan alat telekoumunikasi dan kemajuan teknologi yang begitu cepat dapat membantu menjalankan kehidupan sehari- hari dengan mudah mengkases apapun yang serba digital. Namun disisi lain sadar atau tidak sadar bahwa dunia semakin kejam dan penuh tantangan baru yang harus di hadapi. Tingginnya tingkat mobilitas antar negara sebagai dampak dari globalisai adalah dibentuknya Masyarakat ekonomie ASEAN (MEA) pada tahun 2015, ini menyebabkan persaingan untuk dapat survive di dunia lebih keras. Kemudian ditambah lagi dengan naiknya inflasi yang terjadi tahun ke tahun, yang menyebabkan harga- harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal dan sulit di jangkau.

BACA JUGA:   PP Wanita PERISAI mengucapkan Dirgahayu Republik Indonesia

Karena itu, generasi penerus bangsa, generasi millennial tidak boleh kalah dan hanya diam dalam sebuah persaingan dengan anak- anak muda dari Negara lain. Pendidikan yang tinggi ternyata tidak cukup untuk anak muda zaman now sebutan untuk generasi millennial saat ini. Anak zaman now harus di bekali dengan berbagai pengalaman dan soft skill yang baik. Yang dimana anak muda zaman now saat ini harus menjadi pribadi yang aktif, kreatif dan inovatif, ini merupakan syarat utama bagi generasi millennia agar mampu bersaing dan mengahadapi tantangan didunia yang semakin dinamis.

Namun, untuk menjadi anak muda zaman now yang aktif, kreatif dan inovatif, kita perlu mebiasakan diri untuk melakukan aktfitas- aktifitas seperti : Memperbanyak membaca buku, generasi millennial harus membudayakan untuk membaca buku karena generasi millennial harus banyak memiliki wawasan yang luas dan hal tersebut akan merangsang kemampuan untuk berfikir secara kreatif. Mengunakan internet dan media sosial secara bijak, karena dengan perkembangan teknologi dan internet bisa membawa dampak positif maupun negative bagi para pemuda. Kaum millennial harus bijak dalam megunakan media sosil jangan sampai media sosial justru menjadi sebuah alat untuk saling menghujat dan menjatuhkan satu sama lain untuk menyebarkan informasi hoax. Bersikap terbuka pada pengalaman baru, dengan dunia yang semakin dinamis dan modern, pemuda perlu membiasakan diri untuk terbuka dengan pengalaman – pengalaman baru. Para pemuda dapat mengikuti berbagai aktifitas yang bermanfaat seperti bergabung menjadi relawan – relawan, mengikuti ajang perlombaan dan bergabung di organisasi pemuda dan sosial.

BACA JUGA:   Sambutan oleh Walikota Airin Rachmi Diany di acara Pelantikan PC PERISAI TANGERANG SELATAN

Aktifias – aktifitas tersebut akan melatih diri untuk bergerak lebih aktif dan membuat kita untuk berpikir lebih kreatif. Dan tentunya menjadikan kita pemuda cepat tanggap dan kritis pada permasalah yang terjadi di sekitar kita. Terakhir membagun ide dan visi ke depan, jangan sampai sebagai pemuda millennial kita tidak punya visi dan misi kedepan.

Menjadi anak muda harus mengembangkan ide-ide kreatif yang dipikian, semua bisa diawali dari hal sederhana, bisa jadi yang sederhana justru membentuk starup baru yang didapat untuk memecahkan masalah – masalah yang ada di sekitar kita dan membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.
Semoga pemuda sebagai harapan bangsa lebih real lagi dalam menghadapi tantangan besar di masa-masa berkembang dan cangihnya teknologi yang merambat keseluruh lapisan masayarakat tanpa terkecualai, sekaligus menjadi garda terdepam dalam membagun kestabilan dalam semua bidang.

sumber: suarasi.com

News Feed