by

Guru Besar USU : Melalui Budaya Dapat Wujudkan Keharmonisan Dan Kekompakkan

MEDAN | www.kliksumut.com – Dalam wujudkan keharmonisan dan kekompakkan disuatu negara khusus suatu daerah bisa digunakan dengan cara mengembangkan budaya yang ada. Karena budaya suatu tolak ukur yang cukup baik dalam memperkenalkan dengan semua suku yang ada di negeri yang kita cintai ini.

Hal ini disampaikan, Prof DR. Wan Syaifudin Guru Besar Universitas Sumatera Utara (USU) Fakultas Ilmu Budaya. Disela-sela acara Milad Pemuda Muslimin Indonesia (PMI) Ke-91 yang dilaksanakan kota Medan. “Melalui budaya yang ada dinegeri ini khususnya diSumut ini dapat juga menjadi ajang pemersatu budaya dinegeri ini dan pemersatu bangsa-bangsa,” Jelas Wan Syaifudin yang juga Ketua Dewan Pembina Wilayah Syarikat Islam Sumatera Utara. Senin 2 Desember 2019 ketika memberikan 2 buah buku diantaranya, 1 Dimensi Politik Hikayat Deli dan Medan Beranda Budaya.

Pemberian 2 buah buku itu diserahkan kepada Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia, Hamdan Zoelva yang juga Ketua Umum Lajnah Tanfiziah Syarikat Islam.

BACA JUGA:   Pelantikan PC Pemuda Muslim se-Sumatera Utara

Wan Syaifudin mengatakan, melalui buku “Medan Beranda Budaya” didalam berisikan apa dan bagaimana budaya kita berkembang dan menjadikan budaya dinegeri ini lebih baik lagi. Sehingga berpotensi lebih mewujudkan kerharmonisan antar suku yang ada di Indonesia khususnya disumut terlebih dikota Medan. “Budaya kita terdiri dari Asli berbagai daerah, budaya Nusantara yakni budaya nusantara dan Budaya Asing yang sudah masuk ke Indonesia,” ungkapnya.

Sementara itu, Untuk Buku “Dimensi Politik Hikayat Deli” yang berisikan apa dan bagaimana perkembangan masyarakat Deli di Sumut. Sebagaimana yang kita tahu, Sumut ini merupakan asal mu asalnya berkembang warga melayu. Dan ini dapat kita ketahui dari berbagai tempat sejarah kesultanan Deli yang ada di Sumut khususnya dikota Medan.

BACA JUGA:   Pemuda Muslim Kec. Wanadadi: "Selamat Hari Pahlwan 2019"

Diterangkannya, kenapa kedua buku ini diserahkan kepada Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI). Hal ini disebabkan SI merupakan Organisasi Islam tertua di Indonesia dan juga sudah mengakar rumput sampai keberbagai daerah serta sampai kelingkungan. Selain itu juga memiliki underboynya (sayap) seperti organisasi Pemuda Muslimin Indonesia (PMI). “Itulah penyebab apa dan mengapa kita serahkan buku ini kepada Pimpinan Pusat Syarikat Islam,” jelasnya.

Penyerahan Buku dilaksanakan di salah satu hotel di Medan kepada Hamdan Zoelva yang juga Ketua Umum Lajnah Tanfiziah Syarikat Islam dan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar PMI Irvan Taufik, Sekretaris Jendral PMI Feri Ferdian Spd, beserta pengurus Pusat, Ketua PMI Sumut Jhon Sari Sihaloho SHi. (Alian)

sumber: kliksumut.com

News Feed