by

Pemprov DKI Jakarta Ingin GPMI Go Internasional

Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) baru saja merampungkan Mukerwil 1, Munas ke-2 sekaligus Milad ke-22. Rangkaian acara ditutup langsung oleh Sekertaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah.

Jakarta, Akuratnews.com – Tuntas sudah Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) menggelar Mukerwil 1, Munas ke-2 dan Milad ke-22.

Acara yang digelar sejak Jumat-Minggu (29/11 – 1/12) ini berjalan sukses dan lancar dengan menghasilkan sejumlah keputusan serta kesepakatan bagaimana ke depannya GPMI.

Selain itu, program besar GPMI yakni Indonesia Maghrib Mengaji yang tercetus dari program Jakarta Maghrib Mengaji siap pula diluncurkan di beberapa daerah di Indonesia.

Menyinggung program GPMI tersebut, Sekertaris Daerah Pemprov DKI Jakarta Saefullah mengatakan jika pihaknya mendukung penuh program tersebut.

“Kalau nanti diadakan di Jakarta peluncuran program ini, Pemprov DKI sangat mendukung sekali dengan memberikan sarana dan prasarana. Tapi kalau mau diadakan di tempat lain saya rasa akan ada keterlibatan dari pemerintah pusat.” ujar Saefullah usai menutup Mukerwil 1, Munas ke-2 dan Milad ke-22 GPMI di kawasan Pulomas, Jaktim, Minggu (1/12/2019).

BACA JUGA:   Pesan Anies ke GPMI: Persaudaraan Harus Dibuktikan

Selain mendukung program ini, Pemprov DKI juga berharap besar jika ke depan GPMI bisa go internasional di usianya yang genap 22 tahun.

“GPMI tidak boleh ditaruh di tempat yang jelek. Buktinya saja acara ini digelar di tempat berskala internasional. Jadi saya juga berharap ke depannya GPMI bisa go internasional.” sambung Saefullah.

Sementara itu Ketua Umum GPMI Aslih Ridwan bersyukur karena seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan sukses. Ke depan, GPMI akan bersinergi dengan ormas lain untuk menjalankan program yang telah ditetapkan dari seluruh rangkaian acara ini.

“GPMI akan bersinergi dengan ormas lain untuk menjalankan program-program kami.” ujar Aslih Ridwan kepada Akuratnews.

Aslih juga menyatakan bahwa ke depan GPMI akan menjadi garda terdepan untuk menyatukan umat.

“Hal ini supaya bangsa ini dalam kebersamaan NKRI dan ini jutnabti akan melibatkan ormas-ormas besar. Termasuk juga kita melibatkan saudara-saudara kita di luar Islam.” lanjut Aslih.

BACA JUGA:   Komitmen Jokowi Bongkar Kendala Investasi, Dimulai Menkumham dari Pelabuhan Marunda Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Komitmen Jokowi Bongkar Kendala Investasi, Dimulai Menkumham dari Pelabuhan Marunda

Satu lagi program yang akan dilaksanakan GPMi yakni yang berkaitan dengan ekonomi keumatan.

“Program ini juga akan disandingkan dengan rencana GPMI melakukan silaturahmi kepada tokoh-tokoh umat lintas agama.” imbuh Aslih.

Menyinggung acara reuni Akbar 212 yang akan dilaksanakan Senin (2/12/2019) GPMI sendiri dengan tegas telah menyatakan sikapnya bahwa jika ada anggota yang mengikuti kegiatan itu dengan menggunakan seragam serta atribut GPMI, maka GPMI akan menonaktifkan anggota tersebut.

“Keputusan DPW DKI Jakarta jika kita sudah larang tapi masih ada yang menggunakan seragam dan atribut organisasi maka sikap kami tegas yakni menonaktifkan seluruh pengurus.” ujar Ketua DPW GPMI DKI Jakarta Syarief Hidayatullah.

Seperti diketahui, visi GPMI yaitu adalah gerakan non partisan untuk mewujudkan kehidupan masyarakat Indonesia yang adil dan sejahtera dalam bingkai persaudaraan.

sumber: akuratnews.com

News Feed