by

GPMI: Untuk Merajut Kebersamaan Tak Harus Mendirikan Partai Baru

Jakarta, Akuratnews.com – Ketua Umum Gerakan Persaudaraan Muslim Indonesia (GPMI) Aslih Ridwan menyebut, jika GPMI memiliki peran penting dalam merajut kebersamaan di tengah bangsa Indonesia yang beragam.

Kendati demikian, Aslih tak lantas menyerukan seluruh anggota GPMI tak harus memiliki kendaraan politik untuk merajut kebersamaan tersebut. Termasuk itu GPMI harus membuat sebuah partai terkait hal ini.

“Bagi kawan-kawan yang ingin terlibat di politik maka kita memberikan ruang yaitu tidak mesti kita bikin partai dan GPMI tidak akan bangun partai karena partainya sudah banyak.” ujar Aslih Ridwan kepada Akuratnews, Sabtu (30/11/2019).

Aslih mengatakan, sekarang ini yang paling terpenting adalah, kader-kader GPMI yang sejak awal sudah berada di sejumlah partai harus membangun dan mensosialisasikan paradigma merajut kebersamaan tersebut.

BACA JUGA:   Sarekat Islam akan Fokus Sebarkan Pemikiran Tjokroaminoto

“Memang mereka sejak awal berada di pantai itu. Saya kira itu yang harus kita bangun dan terus disosialisasikan. Kalau tidak nanti GPMI jadi pecah kembali.

Begitu kita bikin partai, ada kawan kita yang mungkin di partai A, wah saya keluar ah. Akhirnya GPMI tidak sesuai dengan visi awalnya bagaimana merajut persaudaraan, menyatukan umat tadi.” imbuh Aslih.

Menurut Aslih, berlangsungnya Munas GPMI pada Jumat yang lalu adalah satu bukti bahwa GPMI bisa merajut kebhinekaan.

“Pada acara itu hadir perwakilan gereja. Hadir juga komunitas etnis di luar dari kita, berbagai etnis yang lain, termasuk agama yang lain. Tapi itu mereka merasakan ada kebersamaan. Jadi saya kira satu bukti betapa GPMI bisa duduk bareng bersama.” lanjutnya.

BACA JUGA:   Di Munas GPMI, Anies Singggung Arti Persaudaraan

Sekarang ini menurut Aslih, yang paling penting bagaimana GPMI membuka kran komunikasi antara satu dengan yang lainnya. Yang kedua, GPMI juga harus hadir yaitu bagaimana menciptakan suasana masyarakat yang kondusif.” kata Aslih.

Terakhir Aslih menyampaikan informasi penting yakni soal program lanjutan dari Jakarta Maghrib Mengaji.

“Setelah sukses Jakarta Maghrib Mengaji, saya akan melaunching Indonesia Maghrib Mengaji. Dimana saya instruksikan pengurus yang ada di wilayah-wilayah GPMI baik di Aceh, Jawa Tengah dan seterusnya, Kalimantan dan seterusnya bahwa mereka akan menggelar, melaunching Indonesia Maghrib Mengaji. Termasuk juga kita akan melakukan perbaikan yaitu membangun ekonomi keumatan.” tutup Aslih.

sumber: akuratnews.com

News Feed