by

Bank DKI Dibobol hingga Puluhan Miliar, Anies Diminta Bertindak

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

MerahPutih.com – Kasus pembobolan Bank DKI oleh oknum satuan polisi pamong praja (satpol PP) mendapat respons dari berbagai kalangan masyarakat. Hal itu merupakan indikasi bahwa ada permasalahan di sistem birokrasi.

Ketua Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI) Bintang Wahyu Saputra mengatakan, ada kejanggalan di kasus pembobolan Bank DKI tersebut.

“Uang diambil tapi saldo tidak berkurang, ini kan aneh. Dugaan saya ini pasti ada orang dalam yang bermain, mengatur ini secara sistematis,” kata Bintang kepada merahputih.com di Jakarta, Jumat (22/11).

Personel Satpol PP DKI Jakarta di Silang Monas Jakarta, Kamis (27/3/2014). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aa (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)
Personel Satpol PP DKI Jakarta di Silang Monas Jakarta, Kamis (27/3/2014). ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/aa (ANTARA FOTO/WAHYU PUTRO A)

Bintang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agar mengganti seluruh pejabat Bank DKI.

BACA JUGA:   Sukses Kantongi Suara Terbanyak,Pesan ini yang di Sampaikan Beberapa Cabang untuk Rafi

“Karena mereka dinilai gagal dalam mengelola sistem perbankan dengan baik,” jelas Bintang.

Hal ini penting untuk menyelamatkan perusahaan perbankan milik daerah tersebut.

“Jika tidak masyarakat akan tidak percaya dengan Pemprov DKI Jakarta khususnya dalam mengurus usaha perbankan,” tegas dia.

Bintang menilai perlu ada pelibatan PPATK dan OJK. Mereka nantinya bisa melakukan pemeriksaan forensik terhadap seluruh pejabat Bank DKI dan Pemprov DKI Jakarta serta Bank Swasta yang menjadi tempat pengambilan uang oleh belasan oknum Satpol PP DKI Jakarta.

“Sehingga diketahui berapa jumlah total kerugian serta memastikan apakah hal ini hanya terjadi pada Bank DKI atau ada bank lainnya. Karena kami menduga kuat terjadi kejahatan secara sistematis yang dilakukan sehingga pembobolan ini bisa terjadi bertahun-tahun,” terangnya

Polisi sendiri mengatakan, pembobolan mesin ATM Bank DKI diduga dilakukan beberapa kali. Pembobolan terjadi sejak April hingga Oktober 2019.

BACA JUGA:   Logo resmi milad 115 Tahun Syarikat Islam

Pembobolan berawal saat salah satu anggota Satpol PP DKI Jakarta mengambil sejumlah uang dari rekening bank swasta melalui ATM Bank DKI. Tapi, saldo yang terpotong pada rekening hanya Rp4.000. Kemudian, anggota Satpol PP DKI tersebut menginformasikan kejanggalan sistem pada mesin ATM Bank DKI itu pada teman-temannya.

Logo Bank DKI (ANTARANews/ist)
Logo Bank DKI (ANTARANews/ist)

Kerugian kasus ini diduga mencapai Rp50 miliar. Total kerugian itu didapat berdasar hasil audit yang dilakukan. Hingga kini, polisi belum menetapkan tersangka dengn alasan masih menyelidiki dugaan kesalahan sistem dari pihak bank.

Pihak Bank DKI sendiri sudah dipanggil guna dimintai keterangan terkait dugaan kesalahan sistem yang menyebabkan pembobolan mesin ATM.

Saat ini, sejumlah 12 anggota Satpol PP DKI Jakarta yang diduga melakukan pembobolan terhadap ATM Bersama telah dibebastugaskan. (Knu)

sumber: merahputih.com

News Feed