by

DPR Tambah Anggaran BSSN 20 Triliun, SEMMI Jakarta Pusat Desak Pergantian Pimpinan Lembaga Keamanan Siber Indonesia

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Jakarta Pusat datang menggeruduk kantor pusat Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) di Pasar Minggu, Jakarta, Jum’at (22/11).

Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, orator Senanatha menjelaskan maksud kedatangannya ke BSSN untuk meminta kepala dan wakil kepala BSSN untuk mundur dari jabatannya karena dinilai gagal dalam menjalankan tugas dan fungsi lembaga tinggi negara yang mengurusi sektor keamanan siber.

“Maraknya kejahatan siber diIndonesia seperti Skiming ATM, Judi Online sampai pembobolan sistem perbankan dan ecommerce menunjukan pimpinan BSSN telah gagal dalam menjalankan tugas peran dan fungsinya berdasarkan Perpres 53 dan 133 tahun 2017,” tegas Senanatha yang juga menjabat Ketua Umum SEMMI Jakarta Pusat.

BACA JUGA:   Peristiwa 16 Oktober: Berdirinya Sarekat Islam

Mahasiswa yang biasa dipanggil Sena, melanjutkan anggaran BSSN mencapai ratusan miliar bahkan rencananya akan ditambahkan oleh DPR RI menjadi 20 Triliun namun kehadiran BSSN tidak dapat dirasakan masyarakat.

“Anggota dewan jangan asal menambah anggaran lembaga tinggi negara harus di evaluasi dan dimonitoring terlebih dahulu berjalan dan sesuai tidak anggaran negara yang diberikan dengan kinerja lembaga tersebut, ingat anggaran negara merupakan uang rakyat yang harus di pertanggung jawabkan,” tambahnya.

BACA JUGA:   Mts Cokro Madukara mengucapkan Selamat HUT TNI ke 75 tahun

Sena melanjutkan dibawah kepemimpinan Letjen TNI (Purn.) Hinsa Siburian dan Irjen Pol Drs. Dharma Pongrekun lembaga BSSN kehilangan arah peran dan fungsinya, bahkan masyarakat yang mengetahui keberadaan lembaga BSSN pun sangat sedikit.

“Eksistensi BSSN tidak ada itu yang menyebabkan masyarakat tidak tau lembaga ini, hal itu di sebabkan karena gagalnya para pimpinan BSSN menjalankan peran, tugas dan fungsinya, oleh karena itu kami mendesak para pimpinan BSSN mundur atau dicopot dan diganti oleh presiden agar terciptanya keamanan siber di Indonesia,” tutupnya.

News Feed