by

HOS Tjokroaminoto Radikal Tapi Tidak Ekstrim Apalagi Ajarkan Terorisme

Print Friendly, PDF & Email

Inisiatifnews – Keturunan HOS Tjokroaminoto, Aulia Takhim Tjokroaminoto menyampaikan, bahwa ajaran yang disampaikan oleh kakek moyangnya itu adalah ajaran Islam yang kaffah alias murni.

Bahkan ia pun menyebutkan pula jika ajaran yang ditularkan oleh bapak bangsa itu bisa dikategorikan sebagai ajaran yang radikal. Karena pemikiran-pemikiran tentang keislaman sangat kuat sehingga mampu membebaskan bangsa Indonesia dari penjajahan bangsa Belanda kala itu.

“Ajaran islam yang kaffah dari HOS Tjokroaminoto kalau saya bilang radikal, ya cukup radikal, terbukti dengan pemikiran keislaman beliau lah mampu menghasilkan konsensus bersama masyarakat pribumi yang saat itu mayoritas islam untuk merdeka dari belenggu penjajahan,” kata Aulia Takhim dalam sebuah talkshow dan launching Tjokroaminoto Institute dengan tema “Merefleksikan Pemikiran HOS Tjokroaminoto dalam Menangkal Paham Radikalisme, Ekstrimisme dan Terorisme” di Kantor DPP Syarikat Islam, Jalan Proklamasi Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/11/2019).

BACA JUGA:   04/06/2020: Program Salam Penyejuk Hati bersama Prof.Dr.Ahmad Thib Raya

Meskipun pendidikan dan pandangan keislaman HOS Tjokroaminoto dinilainya cukup radikal, namun ajaran Islam yang diajarkan sama sekali tidak mengarah kepada sikap ekstrim dan radikal seperti yang dianut oleh beberapa kelompok kalangan masyarakat di Indonesia dewasa ini.

“Beliau cukup radikal, tapi tidak melakukan tindakan ekstremisme apalagi menjurus ke terorisme,” tegas pria yang karib disapa Willy itu.

BACA JUGA:   "SI harus kembali menjadi organisasi islam yang mengembangkan dakwah ekonomi ummat khususnya di kabupaten bekasi"

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Pimpinan Pusat Syarikat Islam (SI), Hamdan Zoleva, mengatakan bahwa pemikiran HOS Tjokroaminoto sebenarnya perlu untuk diteladani, digali, dan diinternalisasikan kembali dalam kehidupan sehari-hari.

“HOS Tjokroaminoto yang mendapat gelar Guru Bangsa, di Syarikat Islam disebut Yang Utama, dan Belanda pun memanggil dengan julukan Raja Jawa Tanpa Mahkota, telah menginspirasi dan mengilhami kemerdekaan bangsa ini melalui persamaan, keadilan, serta menjadi semangat gerakan bagi seluruh element bangsa untuk mengusir penjajah,” ujar Hamdan.

sumber: inisiatifnews.com

News Feed