by

Hamdan Zoelva Berharap Tjokroaminoto Institute dapat Mewarisi Kembali Nilai-Nilai Kepahlawanan HOS Tjokroaminoto

Jakarta, suarasi.com – “Konsep yang dibawa oleh HOS Tjokroaminoto adalah keadilan terhadap masyarakat pribumi yang oleh orang Belanda ketika itu masuk kedalam kelas ketiga,” ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam, Dr. Hamdan Zoelva, saat menjadi keynote speaker dalam acara talkshow dan launching Tjokroaminoto Institute di Sekretariat DPP Syarikat Islam, Jalan Proklamasi Nomor 53, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (13/11).

Menurut Hamdan, keadilan yang dimaksud oleh HOS Tjokroaminoto adalah keadilan secara ekonomi, politik, sosial dan budaya. “Tjokro (HOS Tjokroaminoto-red) menginginkan agar Indonesia dibangun atas persamaan. Dan persamaan itu dibangun dengan rasa keadilan,” tegasnya.

BACA JUGA:   MTs Cokroaminoto Madukara Kab. Banjarnegara mengucapkan Selamat Hari Guru

Keinginan Tjokro yang begitu kuat saat itu, lanjut Hamdan, telah melahirkan natico kongres, yakni cita-cita bersama sebagai sebuah bangsa. “Konsep tersebut merupakan konsep yang kemudian kita kenal dengan kosep nasional atau negara Indonesia dan zelfbestuur (pemerintahan sendiri),” katanya.

Hamdan menambahkan dari tangan HOS Tjokroaminoto jugalah lahir gelora kebangsaan hingga akhirnya beliau meminta kepada pemerintah Hindia Belanda untuk menjadikan Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Semua itu diejawantahkan oleh HOS melalui kongres nasional (natico) yang diselenggarakan oleh Syarikat Islam di Bandung pada tahun 1916,” jelasnya dihadapan sekitar 50 peserta.

BACA JUGA:   Karangan Bunga Mulai Berdatangan di Lokasi Mukernas III Syarikat Islam

Nah sekarang, ujar Hamdan, sudah saatnya kita menggali kembali pemikiran Tjokroaminoto. “Pahlawan hanya mewariskan nilai-nilai, tidak mewariskan harta benda. Kehadiran Tjokroaminoto Institute diharapkan dapat menggali kembali nilai-nilai kepahlawan Tjokroaminoto yang dijuluki dengan sebutan Guru Bangsa, Yang Utama dan oleh Belanda disebut dengan Raja Jawa Tanpa Mahkota, tukas Hamdan yang juga menjadi salah seorang penasehat Tjokroaminoto Institute ini.

sumber: suarasi.com

News Feed