by

Distraksi Akan Hadir dalam Rangkaian Milad SI ke-114

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

PRESS RELEASE PERTUNJUKAN DISTRAKSI DALAM RANGKA MILAD SYARIKAT ISLAM KE-114 DI GEDUNG PERFILMAN USMAR ISMAIL, RABU (20 NOVEMBER 2019)

Distraksi merupakan sebuah karya dan sutradara Agustian diadaptasi dari puisi Si Mimpi Untuk Raja Ompi Lompi karya Novita Anggraini, teater bergenre surealis bertemakan: “Hidup adalah Raya, Sejatinya Hidup untuk Hidup Sesungguhnya”.

Distraksi dipersembahkan dalam rangka menyambut Milad ke-114 Syarikat Islam yang mengangkat realitas sosial dan sarat dengan nilai-nilai ajaran Sang Guru Bangsa, HOS Tjokroaminoto yang dikemas dalam seni pertunjukan.

Distraksi mengisahkan tentang Negeri Tiga Matahari, rakyat hidup secara sejahtera, adil dan makmur. Dipimpin oleh raja yang bijak bernama Raja Ompi Lompi, menjalankan kepemerintahan berdasarkan ordonansi yang bersumber dari nilai ajaran Jang Oetama HOS Tjokroaminoto didasarkan pada persatuan, persamaan derajat, kemerdekaan sejati, meyakini keesaan Tuhan, berilmu pengetahuan serta strategis dalam mencapai tujuan bahwa hidup adalah raya.

Namun, carut marut di Negeri Tiga Matahari datang melanda akibat ulah dari seorang menteri yang berasal dari lingkungan istana. Adalah Menteri Tong-Tong yang berkongsi dengan Penyihir Merah. Melakukan pemufakatan jahat melalui mantra dari si Penyihir Merah bahwa hidup adalah Kaya. Hampir seluruh penghuni Negeri Tiga Matahari terdistraksi dari mantra penyihir Merah sehingga menimbulkan kekacauan dimana-mana. Keadaan tersebut adalah skenario dari Menteri Tong-Tong untuk menyingkirkan Raja Ompi Lompi sebagai pemimpin dan pada gilirannya Menteri Tong-Tong yang menjadi penguasa.

Melihat keadaan seperti itu, si Mimpi yang memiliki kemampuan melawan mantra Penyihir Merah bertindak untuk mengembalikan keadaan seperti sediakala yaitu hidup adalah raya. Berhasil kah si Mimpi memupus mantra jahat si Penyihir Merah? Lalu berhasil kah skenario Menteri Tong-Tong untuk menyingkirkan kekuasaan Raja Ompi Lompi?.

Menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam dalam buku catatan Distraksi mengatakan “Distraksi adalah kekuasaan yang senantiasa menjadi puncak ambisi orang-orang untuk saling merengkuhnya di antara dua pilihan jalan: yang ksatria atau yang durjana. Pengkhianatan, meski tak pernah kita sukai, selalu saja hadir merusak alur kehidupan yang apa boleh buat harus dihadapi. Sebab di situlah tantangan untuk siapa pun diuji kemampuannya agar ia dan orang-orang di sekelingnya dapat mewujudkan sebuah kebahagiaan, dalam balutan cinta dan keikhlasan “.

Pertunjukan distraksi berdurasi hampir dua jam, penonton akan disuguhkan koreo tari budaya melayu dan kontemporer, dimainkan oleh para aktor ; Bangkit Sanjaya (Raja Ompi Lompi), Nani Yulianti ( Si Mimpi), Agustine Isddy ( Penyihir Merah ), Amirul Shaquille Rashaun ( Menteri Tong Tong ) Penata Musik Budi Sadewo dan Penata Artistik Ari Sumitro.

Dipentaskan di Gedung Perfilman Usmar Ismail –Jakarta, pada tanggal 20 Novermber 2019, Distraksi adalah produksi Lembaga Seni & Kebudayaan Muslimin Indonesia (LAKSMI) organisasi serumpun Syarikat Islam dan Teater PATRI.

sumber: suarasi.com

News Feed