by

Hamdan Zoelva: Desrizal Punya Alasan Kuat Pukul Hakim

Print Friendly, PDF & Email

JawaPos.com – Hamdan Zoelva selaku kuasa hukum Desrizal, terdakwa pemukul hakim dengan gesper di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat meminta majelis hakim dapat menggali latar belakang kasus tersebut. Menurut dia, tindak kekerasan yang dilakukan kliennya memiliki alasan kuat meski diakuinya menyalahi aturan persidangan.

“Terdakwa sudah mengaku bersalah dan siap menerima hukuman,” kata Zoelva di PN Jakarta Pusat, Selasa (5/11).

Zoelva membeberkan, praktik hukum yang dinilai mencederai rasa keadilan kliennya adalah saat majelis hakim tidak memasukkan bukti-bukti otentik dalam pertimbangan hukumnya. Padahal bukti yang diajukan berupa dua putusan hukum yang sudah inkracht oleh PN Jakarta Pusat.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: Instruksi Mendagri Mengingatkan Kepala Daerah, Bukan Berarti Bisa Berhentikan

Putusan pertama adalah saat PN Jakarta Pusat menghukum PT Geria Wijaya Prestige (GWP) karena wanprestasi, dan diharuskan membayar ganti rugi materiil kepada dua perusahaan, yaitu Bank Agris dan Gaston Invesments Limited, masing-masing sebesar lebih dari USD 20 juta. Kemudian putusan kedua, adalah saat PN Jakarta Pusat menghukum perusahaan milik Harijanto Karjadi dan Hartono Karjadi itu merupakan produk PN Jakarta Pusat sendiri, dan telah berkekuatan hukum tetap.

Berdasar itu, Zoelva berkeyakinan tindakan terdakwa tidak bermaksud menyerang lembaga peradilan tapi lebih kepada oknum hakim. Meski demikian, Zoelva menegaskan kliennya telah menyerahkan diri dan siap menerima sanksi pengadilan.

BACA JUGA:   KSP: Pemberian Gelar Hakim MK tak Pengaruhi Independensi

“Tentunya dengan mempertimbangkan pula sikap para oknum hakim tersebut yang tidak menjalankan proses hukum (due process of law) sebagaimana mestinya” pungkas Zoelva.

Untuk diketahui, lanjutan sidang dari kasus ini adalah pemeriksaan saksi. Tiga saksi diperiksa adalah Muhammad Junaedi, Duta Baskara, dan Sunarso. Mereka adalah hakim di PN Jakarta Pusat yang terkait dalam insiden pemukulan gesper Desrizal saat menjadi pengacara Tomy Winata, dalam putusan kasus perdata no 223/2018, Juli 2019.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Muhammad Ridwan

sumber: jawapos.com

News Feed