by

Dilantik, Zainul Aidi Nakhodai PW Syarikat Islam NTB

Mataram- H. Zainul Aidi resmi menakhodai Syarikat Islam Provinsi NTB. Pelantikan pengurus wilayah digelar hari Minggu 3 November di aula Sangkareang Kantor Gubernur. Selain Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Syarikat Islam NTB, bersamaan juga digelar Pelantikan Pengurus Pimpinan Wilayah Wanita Syarikat Islam NTB. Pelantikan dihadiri Ketua Umum DPP Syarikat Islam (SI) Dr. Hamdan Zoelva.,SH.,MH.

H. Zainul Aidi dalam sambutannya mengatakan kesiapannya membesarkan organisasi Islam tertua di Indonesia ini. Menurutnya, tantangan kedepan yang menjadi pekerjaan rumahnya ialah agar menumbuhkan wirausaha baru untuk membangkitkan ekonomi umat.

Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah yang hadir mengatakan ajaran yang baik jika didukung oleh orang yang baik sudah cukup untuk menggelindingkan perekonomian kita. “Setelah ekonomi mantap, maka insyallah akan disapa oleh keadilan”, ungkap Gubernur saat menghadiri acara Pelantikan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam dan Wanita Syarikat Islam.

Jika sudah tercipta keadilan maka akan ada kepemimpinan yang kuat, dan dengan adanya keadilan di Syarikat Islam maka akan tercipta pula keadilan yang kuat.

Menurut Gubernur NTB, acara bertemakan Kebangkitan Ekonomi Ummat Sebuah Keniscayaan Sejarah ini relevan sekali dengan kondisi kita saat ini. Karena, jika keadilan melemah maka ekonomi akan melemah pula, “Perjuangan bapak ibu di sini sungguh luar biasa hebatnya,” tambahnya.

Sementara itu Ketua DPP SI Hamdan Zoelva mengingatkan khittah perjuangan SI. SI sebutnya kini tidak lagi berpolitik praktis. Melainkan fokus mengembangkan ekonomi Ummat.

Dikatakan Hamdan, tantangan umat Islam saat ini ialah bagaimana mereka bisa mengendalikan roda perekonomian di Indonesia. Sebagai mayoritas di Indonesia bermimpi seperti itu boleh saja. Dengan demikian umat islam Indonesia akan berjaya.

Apalagi kini distribusi ekonomi di Indonesia sangat timpang. Penguasaan tanah dan sektor sektor ekonomi lainnya hanya dikuasi oleh segelintir orang saja. Sementara sebagian kecil dimiliki rakyat Indonesia. Inilah tantangan yang harus diselesaikan SI kedepan.

sumber: pojokntb.com

News Feed