by

Tjokroaminoto Dan Refleksi Pemuda

OPINI – Telah berumur 74 tahun sudah Indonesia berdiri dan diproklamirkan sebagai wujud kedaulatan yang bersumber dari semangat juang setiap masyarakat pribumi, dan dimotori oleh para pemuda-pemudi bangsa.

HOS Tjokroaminoto ialah salah satu tokoh yang menjadi hulu pemikiran yang beredar di seluruh penjuru bangsa. Buah hasil pemirannya yaitu organisasi Syarikat Islam (SI) yang berhasil mendidk setiap kadernya menjadi tokoh berpengaruh.

Menrut sejarawan Bonnie, Tjokroaminoto yang menjadi guru dari para pendiri bangsa dan menyatukan berbagai perbedaan lewat Syarikat Islam, bisa menjadi rujukan penanganan radikalisme saat ini.

Salah satu anak organisasi SI yaitu PERISAI merupakan organisasi yang konsisten untuk menangkal gerakan radikalisme sejak pertama berdiri sampai sekarang.

BACA JUGA:   Pemberian Bantuan 25 Mushaf Hafalan Alquran Usmani Madinah kepada sekolah Tahfizh Quran Insan Cita Sungailiat

Hari ini memperingati hari sumpah pemuda yang ke-91 tahun. Ini berarti sudah seusia itu pemuda bersatu membangun bangsa.

Pemuda harus cerdas dalam menanggapi problematika sosial sehingga tidak mudah terpapar komunitas radikal. Pemuda semestinya harus mampu cekatan dan cerdas dalam menanggapi isu-isu sosial sehingga tidak mengikuti arus dan beranggapan sebuah masalah dapat diselesaikan dengan kekerasan sehingga dapat terhindar paham-paham radikalisme.

Seharusnya pemuda saat ini telah berfikir visioner untuk membangun bangsa. “Kalau saya pribadi kita sebagai insan perajut benang-benang kemajuan untuk bangsa semestinya harus memikirkan kebutuhan Indonesia di masa datang agar tidak selalu merasa ketinggalan,”.

BACA JUGA:   Syarikat Islam Diharapkan Jadi Motor Kebangkitan Ekonomi di NTB

Memang benar bahwa partisipasi pemuda begitu penting karena menjadi tulang punggung suatu bangsa. Namun sayangnya setiap perekrutan komunitas radikal pemuda tidak pernah absen di dalamnya.

“Sebaiknya para pemuda bermusyawarah untuk merumuskan pemikiran serta gagasan baru dalam menyikapi tantangan zaman bukan malah terus menerus berkutat pada wacana semu yang tidak memiliki guna bahkan malah memecah belah bangsa serta negara kedepannya,”.

Penulis: Siddiq Muharam (Ketua Umum PW PERISAI Sultra)

sumber: potretsultra.com

News Feed