by

16 Oktober, Syarikat Islam lahir sebagai organisasi pertama di Indonesia

Print Friendly, PDF & Email

Elshinta.com – Syarikat Islam atau sering disebut Sarekat Islam (SI), dahulu bernama Sarekat Dagang Islam (disingkat SDI) didirikan pada tanggal 16 Oktober 1905 oleh Haji Samanhudi.

SDI merupakan organisasi yang pertama kali lahir di Indonesia dan merupakan perkumpulan pedagang-pedagang Islam yang menentang politik Belanda memberi keleluasaan masuknya pedagang asing untuk menguasai komplar ekonomi rakyat pada masa itu.

Selanjutnya, pada kongres pertama SDI di Solo tahun 1906, namanya ditukar menjadi Sarikat Islam dan terus bergeser menjadi badan hukum oleh Hos Tjokroaminoto karena keadaan sosial dan politik saat itu, sehingga dari yang sebelumnya hanya mencakup masalah ekonomi dan sosial, SI selanjutnya ikut ke arah politik dan agama guna menyumbangkan perjuangan Islam alam semangat juang rakyat terhadap kolonialisme dan imperialisme pada masa tersebut.

BACA JUGA:   Sebut Macron Anti-Islam, SI Ajak Boikot Produk Prancis

Lebih lanjut, seiring berjalannya waktu SI mulai disusupi oleh paham sosialisme revolusioner oleh Sneevliet pada 1914 dan berhasil menyusup ke dalam SI karena tujuan yang sama dengan organisasi ISDV yang didirikan Sneevliet, yaitu membela rakyat kecil dan menentang kapitalisme tetapi dengan cara yang berbeda.

Dengan usaha yang baik, mereka berhasil memengaruhi tokoh-tokoh muda SI seperti Semaoen, Darsono, Tan Malaka, dan Alimin Prawirodirdjo. Hal ini menyebabkan SI pecah menjadi `SI Putih` yang dipimpin oleh HOS Tjokroaminoto dan `SI Merah` yang dipimpin Semaoen dengan berlandaskan asas sosialisme-komunisme.

BACA JUGA:   Tasyakkur Milad ke-115 Syarikat Islam melalui virtual pada hari Jumat, 16 Oktober 2020 pukul 19.00 WIB

Dalam kongres Tjokroaminoto pada Februari 1923, memusatkan tentang peningkatan pendidikan kader SI dalam memperkuat organisasi dan pengubahan nama CSI menjadi Partai Sarekat Islam (PSI), sementara pada kongres PKI bulan Maret 1923, PKI memutuskan untuk menggerakkan SI Merah untuk menandingi SI Putih dan berubah menjadi `Sarekat Rakyat` setahun setelahnya.

sumber: elshinta.com

News Feed