by

Teknologi Dan Inovasi Untuk Masa Depan Ekonomi Ummat

Print Friendly, PDF & Email

Oleh Dr.H.Hamdan Zoelva,SH.,MH
(Ketua Umum Syarikat Islam)

Sebagai Pengantar yakni melihat kondisi ekonomi ummat di Indonesia saat ini dengan indeks gini ratio dan penguasaan akses ekonomi serta pendidikan oleh konglomerat. Olehnya itu, Majelis Tahkim ke 40 Syarikat Islam (SI) memutuskan bahwa SI kembali ke azimut (Kittah).

Hal ini tidak sekedar menjadi program aksi akan tetapi menjadi nafas perjuangan Syarikat Islam kembali bergerak di bidang ekonomi. sebagaimana inti dari perjuangan SI yang dirumuskan oleh Tjokroaminoto yaitu Persamaan, Persaudaraan dan Kemerdekaan.

Sudut pandang kesetaraan akan membuat rasa persamaan yang memantik persaudaraan. Pola pikir kesetaraan adalah peletak dasar dalam membentuk jiwa merdeka dalam diri sendiri. Menjadi merdeka untuk mengutarakan pikiran dan isi hati untuk bisa mewujudkan suatu program ekonomi ummat yang kuat maka paling tidak kita harus melakukan dua hal, yaitu persatuan dan lompatan teknologi.

Syarikat Islam sebagai organisasi yang dalam sejarahnya selalu berpihak pada ummat, telah membuat suatu lompatan teknologi yang kita namakan Tjokro. Platform ini berbasis blockchain. Blockchain adalah demokratisasi yang hebat, Penegak demokrasi atas semua hal dan penegak persamaan. blockchain adalah fase berikutnya dari internet. Sehingga kita semua dapat terhubung dengan dunia digital, serta kita dapat menciptakan kembali dunia yang egaliter, Kemudian kita dapat menciptakan kembali model bisnis yang memastikan kesetaraan dalam implementasi nya.

BACA JUGA:   26 Nopember 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim ke 41 Syarikat Islam Bersama Fadli Baadilla Penerima Mandat Pembentukan SI Papua Barat dan Abidin Macap Tokoh Muda Raja Ampat

Kita dapat menegakkan kesetaraan dalam dunia pendidikan, kesetaraan dalam jaringan perdagangan, kesetaraan dalam jaringan hukum, kesetaraan dalam jaringan identitas pribadi (profiling), dan kesetaraan di setiap jaringan.
Sepuluh tahun yang lalu kita tidak mengenal teknologi Android, tapi sekarang kita sangat bergantung pada smartphone. Demikian pula dalam bidang ekonomi. Dahulu sistem ekonomi adalah ekonomi kepemilikan. Perusahaan taxi memiliki armada masing masing. Perhotelan, memiliki kamar kamar masing masing.

Tapi sekarang dengan konsep Sharing Ekonomi kita kemudian mengenal Gojek, Grab yang dalam waktu singkat memiliki armada melebihi Blue Bird atau Air Bnb yang kini jumlah kamarnya melebihi jaringan Hilton.
Namun sistem sharing ekonomi seperti ini masih diantarai oleh suatu entitas yang masih dikuasai oleh pemilik modal, karena memang tingginya biaya untuk menjalankan server. Melalui platform Tjokro, kedepannya kita akan membuat sharing ekonomi 2.0 sehingga perdagangan bisa dilakukan secara peer to peer tanpa perlu dijembatani oleh suatu entitas.

BACA JUGA:   Milad ke-115, Pergerakan Syarikat Islam Menuju Masyarakat 5.0

Insya Allah, teknologi ini akan menjadi yang pertama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. Memang di negara-negara Eropa, blockchain sudah banyak dipakai seperti kita ketahui blockchain 1.0 dengan walletnya, blockchain 2.0 dengan wallet dan smart contractnya, sedangkan Tjokro adalah blockchain 3.0 dengan wallet, smart contract dan document.

Dengan opsi document, akan bisa memangkas waktu pengurusan dokumen-dokumen antar entitas. Adapun kendala hari ini adalah keengganan para pemilik big data untuk memberikan data yang dimilikinya pada entitas lain, tapi dengan teknologi ini antar entitas dapat saling memberikan datanya sebatas yang dibutuhkan tanpa khawatir datanya disimpan oleh pihak lain. Dengan kata lain, hambatan dalam Révolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 bisa dipecahkan dengan teknologi ini.

Selain itu kita melalui sekolah-sekolah Syarikat Islam akan mengadakan pendidikan vokasi dan pelatihan-pelatihan teknologi berbasis blockchain ini.

sumber: kabarkotasulsel.com

News Feed