by

Syarikat Islam Akan Luncurkan Platform Tjokro Berbasis Blockchain sebagai Penanda Perjuangan di Bidang Ekonomi Saat ini

Print Friendly, PDF & Email

Makassar- Majelis Tahkim ke 40 Syarikat Islam (SI) memutuskan bahwa SI kembali ke azimut (Kittah) dalam perjuangannya pada bidang ekonomi. Disampaikan oleh Dr.H.Hamdan Zoelva, SH., MH (Ketua Umum Syarikat Islam) saat menjadi pembicara dalam Diskusi Panel bertajuk ‘Teknologi dan Inovasi untuk Masa Depan Ekonomi Ummat’, di sela-sela pelantikan Dewan Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Sulawesi Utara, di hotel Sintesa Peninsula, Manado, Sulawesi Utara, Jum’at (4/10).

Sebagai pengingat bahwa inti dari perjuangan SI (Syarikat Islam) yang telah dirumuskan oleh Tjokroaminoto yaitu Persamaan, Persaudaraan, dan Kemerdekaan. Syarikat Islam sebagai organisasi yang dalam sejarahnya selalu berpihak pada ummat, telah membuat suatu lompatan teknologi yang kita namakan Tjokro. Platform ini berbasis blockchain.

“Blockchain adalah demokratisasi yang hebat, Penegak demokrasi atas semua hal dan penegak persamaan. blockchain adalah fase berikutnya dari internet. Di mana kita semua saat ini dapat terhubung dengan dunia digital, dimana kita dapat menciptakan kembali dunia yang egaliter, Dimana kita dapat menciptakan kembali model bisnis yang memastikan kesetaraan dalam implementasi nya.” Menurut Hamdan

BACA JUGA:   Jelang Muktamar, Pengurus PPP Kunjungi Kantor Syarikat Islam untuk Minta Masukan

Selanjutnya Hamdan mengatakan insya Allah blockchain 3.0 ini yang pertama di Indonesia, bahkan mungkin di dunia. “Memang di negara negara Eropa, blockchain sudah banyak dipakai sebagaimana kita ketahui blockchain 1.0 dengan walletnya, blockchain 2.0 dengan wallet dan smart contractnya, sedangkan Tjokro adalah blockchain 3.0 dengan wallet, smart contract dan document,” jelas Hamdan.

“Lompatan teknologi ini berdasarkan Sepuluh tahun yang lalu kita tidak mengenal teknologi Android, tapi sekarang kita sangat bergantung pada smartphone. Demikian pula dalam bidang ekonomi. Dahulu sistem ekonomi adalah ekonomi kepemilikan. karena memang tingginya biaya untuk menjalankan server. Melalui platform Tjokro, kedepannya kita akan membuat sharing ekonomi 2.0 sehingga perdagangan bisa dilakukan secara peer to peer tanpa perlu dijembatani oleh suatu entitas.” Tambahnya.

BACA JUGA:   Undangan Tasyakkur Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

Dengan opsi document, lanjut Hamdan, akan bisa memangkas waktu pengurusan dokumen-dokumen antar entitas, dimana kendala hari ini adalah keengganan para pemilik big data untuk memberikan data yang dimilikinya pada entitas lain, tapi dengan teknologi ini antar entitas dapat saling memberikan datanya sebatas yang dibutuhkan tanpa khawatir datanya disimpan oleh pihak lain. “Dengan kata lain hambatan dalam Révolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 bisa dipecahkan dengan teknologi ini,” tuturnya.

Selanjutnya, kita mulai melalui sekolah-sekolah Syarikat Islam akan mengadakan pendidikan vokasi dan pelatihan-pelatihan teknologi berbasis blockchain ini. “Insya allah nanti pada tanggal 17 November 2019 mendatang akan diluncurkan platform Tjokro di masjid Istiqlal,” tutup Hamdan. *(Bung r )

sumber: kabarkotasulsel.com

News Feed