by

Gerakan Makan 100 Juta Telur Sasar Siswa di Banjarnegara

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

TRIBUNJATENG.COM, BANJARNEGARA -Telur diakui sebagai salah satu sumber protein yang bagus untuk pemenuhan gizi anak. Meski tinggi protein, telur mudah ditemukan masyarakat dengan harga yang murah.

Sayangnya, tingkat konsumsi telur di Indonesia saat ini masih rendah, atau jauh tertinggal dari negara lain yang lebih maju.

Agus Kadarisman, Bisnis Unit Head Poultry Breeder wilayah Jawa Tengah, dari data yang diterimanya, konsumsi telur di Indonesia baru di angka 125 butir perkapita pertahun. Ini lebih rendah dibanding di negara tetangga, Malaisia yang sudah mencapai hampir 350 butir pertahun.

Karenanya, pemerintah dengan menggandeng pihak swasta saat ini tengah gencar mengampanyekan makan telur untuk masyarakat di berbagai daerah.

Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia telah mencanangkan Gerakan Makan (Gema) 100 juta telur bekerja sama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, awal September 2019 ini.

BACA JUGA:   Pernyataan Sikap PP/LT Syarikat Islam atas Tindakan Persekusi terhadap Ulama

Ratusan siswa di SMP Cokroaminoto Kecamatan Wanadadi Banjarnegara menjadi satu di antara sasaran distribusi telur oleh seluruh perusahaan peternakan ayam melalui mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) yang dilakukan hari ini, Selasa (24/9).

Agus Kadarisman, Bisnis Unit Head Poultry Breeder wilayah Jawa Tengah, mengatakan, telur yang diberikan kepada 1200 siswa di Banjarnegara, adalah telur yang aman dikonsumsi. Ia bahkan mengklaim gizi telur itu lebih tinggi dibanding telur konsumsi pada umumnya. Setiap siswa mendapatkan kurang lebih 10 butir telur melalui program tersebut.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak calon penerus bangsa ini,”katanya

Gema 100 juta telur ini, menurut dia, tak lain dalam rangka kampanye peningkatan gizi anak sekolah dan santri di seluruh kabupaten atau kota di Indonesia.

Pada tahap awal, akan didistribusikan telur sebanyak 10 juta butir yang dimulai pada tanggal 9 sampai 22 September 2019 dengan sasaran PAUD, TK, Sekolah Sasar dan Pondok Pesantren.

BACA JUGA:   Paska Penetapan Hendra Cipta, Syarikat Islam Sumut Gelar Konsolidasi Perdana

Telur yang dibagikan adalah telur fertile fresh yang berwarna putih, hasil penundaan setting telur ayam tetas sebagaimana surat edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian No: 095009/SE/PK.010/F/09/2019 pada tanggal 2 September 2019 tentang Pengurangan Day Old Chick Final Stock (DOC FS) Broiler tahun 2019.

Untuk mendistribusikan jutaan telur ini, pihaknya bekerjasama dengan beberapa pihak antara lain Syarikat Islam yang memiliki jaringan Pendidikan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia. Sampai saat ini, pihaknya telah mendiatribusikan telur ke berbagai TK, SD, SMP dan Pondok Pesantren sebanyak 50 persen dari total 3,2 Juta butir telur yang harus di distribusikan oleh perusahaan. (*)

Editor: Catur waskito Edy

sumber: jateng.tribunnews.com

News Feed