by

Pesantren Al Ishlah Bobos Banyak Lahirkan Ulama Besar

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON — Pondok Pesantren Al Ishlah Bobos adalah salah satu pesantren tertua di Cirebon. Pesantren ini banyak melahirkan ulama besar misalnya KH. Abdul Halim yang juga pendiri organisasi Persatuan Umat Islam (PUI). Berdasarkan catatan sejarah pesantren Al Ishlah, ada beberapa tahap penting dalam perkembangan pesantren Al Ishlah Bobos.

Pertama yakni tahap perintisan, pesantren ini dirintis oleh Kiai Adro’i bin Kalamudin pada 1850. Kiai Adroi membuka kawasan perkampungan dan memulai aktifitas pengajian dan pengajaran Islam melalui kitab-kitab klasik. Selain Kiai Adroi’, ada beberapa tokoh lain yang berperan pada masa perintisan awal pesantren yakni Iyoh, Kuwu Sajim, dan H. Idris.

Seiring berjalannya waktu yakni sejak 1920an, pesantren mememulai kegiatan majelis taklim pada Ahad dan Senin untuk masyarakat sekitar. Sedang majelis Rabu diperuntukan untuk tokoh masyarakat dan ulama yakni forum pengajian dan pembahasan masalah yang sedang hangat diperbincangkan atau dikenal Bahtsul Masail.

BACA JUGA:   Pelantikan anak-anak cabang sekaligus penyerahan kartu anggota KTA SI kepada bupati bandung

Di masa ini, pesantren mendirikan Madresah Diniyah Awwaliyah, Cabang Organisasi Syarikat Islam (SI) pimpinan HOS Tjokroaminoto hingga Persyariakatan Oelama (PO) pimpinan KH Abdul Halim. Salah satu tokoh utama dan pimpinan pesantren Al Ishlah saat itu adalah KH Ahmad Suja’i bin H Idris.

Setelah itu pesantren Al Ishlah Bobos mulai mendirikan sejumlah lembaga-lembaga formal. Misalnya Madrasah Tsanawiyah pada 1971, Madrasah Ibtidaiyah pada 1985 hingga koperasi pondok pesantren pada 1988. Kala itu pesantren dipimpin oleh Kiai Emet Ahmad Khotib. Pada 1980an para alumni Ponpes Al Ishlah mengambil peranan penting pada seluruh lembaga formal dan non formal pesantren Al Ishlah.

“Pondok pesantren Bobos telah mencapai usia cukup tua dengan darma bakti yang luar biasa kepada Ibu pertiwi, Indonesia. Banyak bukti yang bisa diajukan untuk menyokong argumen ini. Salah satunya adalah bahwa salah seorang putra terbaik bangsa peraih bintang mahaputra, pendiri organisasi Persatuan Umat Islam dan tokoh pendidikan nasional yaitu KH Abdul Halim (1887-1962) dikisahkan sebelum belajar ke Makkah al Mukarromah pernah nyantri dulu di pesantren bobos ini,” kata Kiai Sholahuddin AR dalam Bunga Rampai Pondok Pesantren Bobos.

BACA JUGA:   Paska Penetapan Hendra Cipta, Syarikat Islam Sumut Gelar Konsolidasi Perdana

Pesantren Al Ishlah Bobos kemudian berubah nama menjadi Ma’had Daruttauhid Al Ishlah pada 2012 dan dimulai MTs Islamic Boarding School Al Ishlah Bobos dan tahun pelajaran 2019/2020 pesantren mulau menyelenggarakan pendidikan formal lainnya yakni SMP dan MA Class Islamic Boarding School. Saat ini Ma’had Daruttauhid dipimpin oleh Kiai Sholahuddin AR.

sumber: republika.co.id

News Feed