by

Serikat Indonesia Canangkan Gerakan Makan 100 Juta Telur

Solo — Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva bersama siswa SD Djama’atul Ichwan Surakarta menandai Gerakan Makan (Gema) 100 Juta Telur. Gerakan makan 100 juta telur merupakan kerja sama Serikat Indonesia (SI) dengan PT Charoen Pokphand Indonesia, Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

“Gema 100 Juta Telur dilakukan dalam rangka kampanye peningkatan gizi anak sekolah dan santri, di seluruh kabupaten/ kota oleh seluruh perusahaan peternakan ayam melalui mekanisme Corporate Social Responsibility (CSR) pada bulan September sampai dengan Desember 2019,” ungkap Hamdan Zoelva yang juga Ketua Umum DPP SI, di SD Djamaatul Ichwan Surakarta, Kamis (12/9).

Sementara itu, Komisaris Charoen Pokphand, Suparman mengemukakan, pada tahap awal  dilakukan pendistribusian telor sebanyak 10 juta butir  yang dimulai pada tanggal 9 sd 22 September 2019 ke PAUD, TK, Sekolah dasar dan Pondok Pesantren di daerah keberadaan Farm Perusahaan peternakan ayam.

BACA JUGA:   Kemenag Sumut, Utus Guru Madrasah Ikuti Pelatihan Pemahaman Konstitusi

“Telor yang didistribusikan adalah telur fertile fresh yang berwarna putih, hasil penundaan setting sebagaimana surat edaran Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian,” jelasnya.

Dalam Pelaksanaan Gema 100 Juta Telur, Suparman mengemukakan, PT Charoen Pokphand Indonesia bekerjasama dengan beberapa pihak untuk mendistribusikan telur tersebut, salah satunya adalah Syarikat Islam yang memiliki jaringan Pendidikan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

“Pelaksanaan di Solo ini pun  menandai dilakukannya secara serentak pendistribusian 3,2 juta butir telor di seluruh wilayah kerja PT Charoen Pokphand Indonesia,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pesan Anies ke GPMI: Persaudaraan Harus Dibuktikan

Pada kesempatan itu, Aan Siadari, Sekjen Charoen Pokphand Indonesia Foundation CPFI, sebagai lembaga yang menangani kegiatan CSR di PT Charoen Pokphand Indonesia mengatakan, telur yang diberikan kepada 1200 siswa di SD Djama’atul Ichwan, merupakan telur yang aman dikonsumsi dan gizinya lebih tinggi dibanding telur konsumsi pada umumnya. Pada pelaksanaan periode ini setiap siswa akan mendapatkan kurang lebih 10 butir telur yang pelaksanaannya akan diatur oleh pihak sekolah.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membantu meningkatkan gizi anak-anak calon penerus bangsa ini,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

sumber: timlo.net

News Feed