by

Di Duga Terkait Kerusuhan Papua, SEMMI dan PERISAI Meminta Polri Segera Periksa HT

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

RadarKotaNews – Massa dari Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Anggota Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) yang tergabung dalam Keluarga Besar Pemuda dan Mahasiswa NKRI berunjuk rasa di depan Gedung DPP Perindo di Jalan Diponogoro, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019) sore.

Aksi tersebut digelar terkait penangkapan terhadap Ketua DPD Perindo Sorong, Sayang Mandabayan yang diduga membawa bendera bintang kejora dengan ukuran 12×25 sentimeter sebanyak 1.500 lembar dan spanduk serta kaos yang dianggap memuat konten provokatif.

Oleh karena itu, massa juga menuntut Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia atas tindakan penghasutan yang diduga dilakukan oleh Sayang Mandabayan.

Sementara, Anggota Pertahanan Ideologi Syarikat Islam (PERISAI) Chairul Umam  mengatakan, alasan pihaknya mendesak Hary Tanoe meminta maaf, karena ruang gerak politik seluruh pengurus, anggota, dan kader organisasi pastinya menjadi sebuah representasi dari kebijakan politik partai tersebut.

BACA JUGA:   PB SEMMI: "Selamat Hari Pramuka 2020"

“Kami mendesak Hary Tanoesoedibjo selaku Ketua Umum Perindo untuk meminta maaf kepada rakyat Indonesia atas tindakan penghasutan yang dapat merusak persatuan dalam berbangsa dan bernegara oleh Ketua DPD Perindo Sorong, Sayang Mandabayan,” tegas Chairul

Ia juga meminta Polri untuk segera memanggil dan memeriksa Hary Tanoe atas adanya dugaan keterkaitan kerusuhan Papua dengan Partai Perindo. “Kasus ini harus diusut tuntas,” tegas Chairul.

Tak hanya itu, Chairul juga meminta Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi)-Ma’ruf Amin menolak keterlibatan Partai Perindo dalam penyusunan maupun memasukan kader atau pengurus dan rekomendasi Perindo di dalam kabinet kerja 2019-2024. “Serta mencoret Perindo dari Koalisi Indonesia Kerja,” ucap dia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia Yaser Hatim mengajak masyarakat untuk melakukan gerakan mosi tidak percaya kepada Partai Perindo.

BACA JUGA:   Tjokroaminoto 1916 (Zelfbestuur)

“Karena Partai Perindo yang seharusnya menjaga Persatuan Indonesia sebagaimana singkatan dan filosofi partainya ternyata hari ini Partai Perindo terbukti melakukan gerakan pemecah belah bangsa,” ucap Yaser.

Lebih lanjut, Yaser mengungkapkan, pihaknya bakal menyambangi Mabes Polri pada Jumat (6/9/2019) besok guna melakukan audiensi dengan Polri untuk mendesak agar kasus ini diusut tuntas.
“Kami minta semua pihak termasuk Polri mengusut kasus ini,” paparnya.

Sebelumnya, pada hari Senin (2/9/2019), Ketua DPD Partai Perindo Kota Sorong Sayang Mandabayan ditangkap di Bandara Rendani Manokwari lantaran kedapatan membawa 1.500 bendera Bintang Kejora berukuran kecil. Polisi juga menyita spanduk dan kaos yang dianggap memuat konten provokatif.

sumber: radarkotanews.com

News Feed