by

Surat Agus Salim kepada Utoyo Ramelan

Print Friendly, PDF & Email

AGUSTUS 1948. Republik Indonesia yang baru saja berdiri, diambang perpecahan. Hubertus J. van Mook, pejabat Gubernur Jenderal pada Januari 1948-Desember 1949, sedang gencar membuat negara-negara boneka dalam lingkungan RI. Tindakannya membuat pemerintah gelisah karena republik baru saja berdiri dan sedang mengumpulkan modal untuk perjuangan menegakkan kemerdekaan.

Agus Salim, menteri Luar Negeri pada era kabinet Mohammad Hatta, bersiasat untuk tetap menyuarakan eksistensi republik di luar negeri. Ia pun menulis surat kepada Utoyo Ramelan, kepala perwakilan RI di Singapura sejak April 1947.

“Dengan terburu-buru saya menulis surat ini akan saya kirimkan ditangan John Coast, yang sudah diangkat menjadi Penasehat Jawatan Luar Negeri dengan kedudukan di Bangkok, tetapi berkewajiban juga untuk menjalankan perintah atau petunjuk Kementrian dilain-lain tempat perwakilan kita,” tulis Agus Salim dalam suratnya bertitimangsa 30 Agustus 1948. Agus Salim menginginkan John Coast mengirim berita-berita yang sebenarnya dari luar negeri tentang perjuangan diplomasi yang sudah dilakukan Indonesia.

BACA JUGA:   Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Kabah mengucapkan Selamat Milad Syarikat Islam ke-115 Tahun

Utoyo Ramelan, tulis Agus Salim dalam suratnya tersebut, diminta Agus Salim mengirimkan analisa atau pandangan mengenai organisasi perwakilan Indonesia di luar negeri saat itu.

“..sedapatnya pendapat ananda sendiri tentang perubahan untuk mencapai: (a) pengurangan organisasi dan belanja kantor itu mengingat hajat pekerjaan dan kemungkinan keuangan kita dan (b) memperbaiki kedudukan perwakilan kita yang resmi berhadapan dengan pembesar Inggris c.q S’pore,” tulis Agus Salim.

Dalam surat tersebut John Coast adalah utusan resmi dari Menteri Luar Negeri Agus Salim untuk menjalin jejaring dengan perwakilan-perwakilan RI khususnya di kawasan negara Asia. John Coast mulanya adalah tentara Inggris yang bertugas di Singapura pada 1942. Kemudian, setelah menjadi tawanan Jepang, ia bergabung dengan kubu Indonesia, dan bekerja dibawah Haji Agus Salim.

BACA JUGA:   Di Bandung, Kongres Sarekat Islam Merah Digelar

Tugas-tugas lain John Coast, seperti ditulis Agus Salim, adalah mengumpulkan berita-berita negative yang muncul di luar negeri tentang Indonesia.

“Saya agak merasa bimbang berhubung dengan bermacam-macam kabar angin (rumours) yang sebagian kentara sengaja dikarang-karang oleh pihak Belanda dan sebagian tersiar oleh kalangan bangsa kita sendiri,” tulisnya kepada Utoyo. Di akhir surat, ia mengharap Utoyo dapat membantu tugas yang dibebankan kepada John Coast selama penugasannya di luar negeri.*

images

sumber: historia.id

News Feed