Wanita Syarikat Islam (WSI) Serukan Persatuan Indonesia Pasca Pemilu 2019

by admin
5 views

Jakarta – Setelah energi masyarakat dihabiskan oleh dinamika politik pemilihan umum (pemilu) 2019, sudah saatnya kita kembali merajut Ukhuwah Keindonesiaan.

Hal ini terungkap dalam acara Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Syarikat Islam di Rumah Kebangsaan HOS Tjokroaminoto, Jalan Taman Amir Hamzah Nomor 2, Pengangsaan, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (30/6).

Seperti yang disampaikan oleh Ketua Umum Wanita Syarikat Islam (WSI), Valina Singka Subekti, menyatakan bahwa rumah kebangsaan harus menjadi rumah pendidikan agar mereka tahu sejarah bagaimana bangsa ini berdiri.

“Setelah pertarungan politik yang melelahkan, saya pikir sudah saatnya kita mendukung persatuan di Indonesia yang itu dimulai dari Rumah Kebangsaan HOS Tjokroaminoto,” ujar Valina.

BACA JUGA:   Webinar PP WSI, dengan tema "Sampah Dipilah Membawa Berkah Lingkungan Lestari" Sabtu, 23 Oktober 2021, 09.00-12.00 WIB

Valina pun bercerita sedikit tentang sejarah WSI, dimana WSI menjadi pioner dan memprakarsai kongres Wanita Indonesia Pertama di Jogjakarta dengan komitmen memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

“WSI masih terus bekerja dan berupaya melanjutkan cita-cita HOS. Penguatan ekonomi umat, sosial, politik, akhlak sampai kepada dakwah ekonomi dan dakwah sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pandu Siap, Aulia Takhim Tjokroaminoto, mengatakan sebagai organisasi serumpun Syarikat Islam yang fokus kepada kepanduan pramuka, sudah saatnya masyarakat bersatu.

BACA JUGA:   Seminar Pengarusutamaan Gender Kunci Utama Kesuksesan Kepemimpinan Perempuan Indonesia. BKOW SUMSEL (Badan Kerjasama Organisasi Wanita). Utusan WSI SUMSEL (Wanita Syarikat Islam)

“Salam pandu SIAP itu mengucapkan Assalamualaikum sambil mengacungkan tiga jari.Ini sesuai dengan salam pandu internasional namun bagi SIAP bermakna trilogi Syarikat Islam dan juga pas dengan kondisi sekarang, pancasila sila ketiga, yakni Persatuan Indonesia,” tegas cicit HOS Tjokroaminoto ini.

Hampir senada, Ketua Umum Gerakan Tani Serikat Islam (Gertasi), Wahid Erawan, mengungkapkan jika siapapun presiden yang terpilih yang paling penting adalah bagaimana membuat petani semakin maju.

“Pemerintah harus bisa menyatukan masyarakat yang notabene banyak dari petani,” ujar Wahid.

sumber: gemadaerah.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini