by

Nandang dan Ahmad Jojo Tampil Memimpin Syarikat Islam Jawa Barat

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

SOREANG,(PR).- KH. Nandang Koswara terpilih secara aklamasi sebagai ketua pengurus wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jabar, sedangkan KH. Ahmad Jojo menjadi ketua Dewan Wilayah SI Jabar dalam musyawarah wilayah SI Jabar di Hotel Sutan Raja, Minggu, 23 Juni 2019. Muswil berlangsung sampai pukul 4.00 akibat persidangan digelar secara maraton termasuk pemilihan pengurus baru.

Menurut Ketua PW SI Jabar, Oman Fathurrahman, pemilihan pengurus berlangsung cukup alot sebagai bagian dari dinamika organisasi. “Untuk calon ketua PW SI Jabar ada dua calon yakni KH. A. Mahmud Alamsyah dan KH. Nandang Koswara. “Pemilihan calon bersifat paket yakni paket satu KH. Nandang Koswara dengan KH. Ahmad Jojo, dan paket kedua pasangan KH. A. Mahmud Alamsyah dan HD. Sodik Mudjahid,” ucapnya.

Sedangkan pengurus SI Kabupaten Bandung, Ayi Setiadi menambahkan, sebelum proses pemilihan ketua PW SI dan Dewan Wilayah SI Jabar pada pukul 03.00 dini hari ternyata paket KH. A. Mahmud dan Sodik Mudjahid  mengundurkan diri. “Karena baik Pak Sodik maupun Pak Mahmud ingin menghindari konflik dan masalah setelah pemilihan. Mereka ingin menunjukkan sikap terbaik bagi organisasi,” ujarnya yang menambahkan KH. Ahmad Jojo sebagai ketua Dewan Wilayah  DPC SI Kota Bekasi.

BACA JUGA:   Himbauan Ketua DPC SI Kab. Banjarnegara, H. Musobihin, SAg.,MM berkaitan dengan instruksi Presiden RI tentang virus covid-19

Menurut ketua terpilih, KH. Nandang Koswara, tantangan SI Jabar ke depan adalah menggerakkan kemajuan umat di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi. “Apalagi SI pusat sudah menentukan arah dakwah SI yakni pemberdayaan ekonomi umat. SI Jabar akan mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat ini,” ucap Nandang yang juga pembimbing umrah dan haji Qiblat Tour.

Dakwah bidang ekonomi, kata Nandang, sudah mendesak karena selama ini dakwah ekonomi kurang diperhatikan. “Ormas-ormas Islam agar lebih mementingkan dakwah ekonomi karena umat tertinggal jauh di bidang ini. Dari ekonomi ini bisa berdampak dalam peningkatan taraf kesejahteraan, pendidikan, maupun kesehatan umat Islam seperti yang dulu diperjuangkan Syarikat Dagang Islam (SDI),” ujarnya.

BACA JUGA:   syarikat islam kabupaten bekasi mengucapkan selamat hari jadi kabupaten bekasi

Sementara itu, dalam rekomendasi hasil Muswil, SI Jabar meminta pemerintah agar memperhatikan pendidikan khususnya pembentukan karakter dan biaya pendidikan di sekolah negeri yang sudah cukup mahal. “Slogan pendidikan gratis ternyata hanya politis yang tak terwujud di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Selain itu. SI Jabar juga mendesak pemerintah lebih peduli kepada kesejahteraan guru ngaji dan kasus-kasus yang menimpa alim ulama. “SI Jabar juga menyoroti soal kondisi politik bangsa yang karut-marut dan penerapan hukum yang dirasa belum adil kepada semua pihak,” katanya.***

sumber: theworldnews.net

News Feed