by

KH. Nandang Koswara dan KH. Ahmad Jojo Pimpinan SI Jabar

Ketua Pimpinan Wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jabar terpilih, KH. Nandang Koswara (dua kiri) dan Ketua Dewan Wilayah SI Jabar terpilih, KH. Ahmad Jojo (paling kiri) didampingi Ketua PW SI Jabar lama, Oman Fathurrahman (dua kanan) dan Sekretaris PW SI Jabar lama, Aris Fauzani (paling kanan) saat penutupan Muswil SI Jabar di Hotel Sutan Raja Soreang, Minggu (23/6/2019).

KH. Nandang Koswara terpilih secara aklamasi sebagai ketua pengurus wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jabar. Sedangkan KH. Ahmad Jojo menjadi ketua Dewan Wilayah SI Jabar dalam musyawarah wilayah SI Jabar di Hotel Sutan Raja, Minggu (23/6/2019).

Muswil berlangsung sejak Sabtu (22/6/2019) hingga Minggu (23/6/2019) pukul 04.00 WIB akibat persidangan digelar secara maraton termasuk pemilihan pengurus baru.

Menurut Ketua PW SI Jabar, Oman Fathurrahman, pemilihan pengurus berlangsung cukup alot sebagai bagian dari dinamika organisasi. “Untuk calon ketua PW SI Jabar ada dua calon yakni KH. A. Mahmud Alamsyah dan KH. Nandang Koswara.

BACA JUGA:   Ketua Umum Syarikat Islam Silaturahmi Ke DPW Syarikat Islam Sumatera Selatan

“Pemilihan calon bersifat paket yakni paket satu KH. Nandang Koswara dengan KH. Ahmad Jojo, dan paket kedua pasangan KH. A. Mahmud Alamsyah dan HD. Sodik Mudjahid,” ucapnya seperti dikabarkan wartawan PR, Sarnapi.

Sedangkan pengurus SI Kabupaten Bandung, Ayi Setiadi menambahkan, sebelum proses pemilihan ketua PW SI dan Dewan Wilayah SI Jabar pada Minggu (23/6/2019) pukul 03.00 ternyata paket  KH. A. Mahmud dan Sodik Mudjahid  mengundurkan diri.

“Karena baik Pak Sodik maupun Pak Mahmud ingin menghindari konflik dan masalah setelah pemilihan. Mereka ingin menunjukkan sikap terbaik bagi organisasi,” ujarnya yang menambahkan KH. Ahmad Jojo sebagai ketua Dewan Wilayah  DPC SI Kota Bekasi.

Menurut ketua terpilih, KH. Nandang Koswara, tantangan SI Jabar ke depan adalah menggerakkan kemajuan umat di bidang pendidikan, kesehatan dan ekonomi.

“Apalagi SI pusat sudah menentukan arah dakwah SI yakni pemberdayaan ekonomi umat. SI Jabar akan mendukung upaya pemberdayaan ekonomi umat ini,” ucap Nandang yang juga pembimbing umrah dan haji Qiblat Tour.

BACA JUGA:   Ciri Muhammadiyah Berdaulat dalam Melakukan Amar Ma’ruf Nahi Munkar Secara Cerdas dan Jernih

Dakwah bidang ekonomi, kata Nandang, sudah mendesak karena selama ini dakwah ekonomi kurang diperhatikan.

“Ormas-ormas Islam agar  lebih mementingkan dakwah ekonomi karena umat tertinggal jauh di bidang ini. Dari ekonomi ini bisa berdampak dalam peningkatan taraf kesejahteraan, pendidikan, maupun kesehatan umat Islam seperti yang dulu diperjuangkan Syarikat Dagang Islam (SDI),” ujarnya.

Sementara itu, dalam rekomendasi hasil Muswil, SI Jabar meminta pemerintah agar memperhatikan pendidikan khususnya pembentukan karakter dan biaya pendidikan di sekolah negeri yang sudah cukup mahal.

“Slogan pendidikan gratis ternyata hanya politis yang tak terwujud di sekolah-sekolah,” ujarnya.

Selain itu. SI Jabar juga mendesak pemerintah lebih peduli kepada kesejahteraan guru ngaji dan kasus-kasus yang menimpa alim ulama.

“SI Jabar juga menyoroti soal kondisi politik bangsa yang karut-marut dan penerapan hukum yang dirasa belum adil kepada semua pihak,” katanya.

Editor: Brilliant Awal

sumber: galamedianews.com

News Feed