by

Di Muswil Pertama Setelah Penyatuan Dua kubu, SI Jabar Adakan Pemilihan Ketua Baru

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

SOREANG,(PR).- Pengurus Wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jawa Barat mengadakan musyawarah wilayah untuk memilih pengurus baru, Sabtu-Minggu 22-23 Juni 2019. Dua nama muncul ke permukaan sebagai calon ketua PW SI Jawa Barat dalam musyawarah wilayah yakni A. Mahmud Alamsyah dan KH. Nandang Koswara. Sedangkan  anggota DPR-RI, H. Sodik Mudjahid,  dijagokan sebagai calon ketua Dewan Wilayah SI Jabar periode 2019-2024.

Ketua panitia Muswil PW SI Jabar, Firdaus Mujahidin mengatakan, Muswil SI Jabar dibuka di Masjid Agung Alfathu. “Pembukaan dilakukan Ketua Umum Lajnah Tanfiziyah SI Hamdan Zoelva, diihadiri Gubernur Jabar Ridwan Kamil,  Bupati Bandung Dadang M. Naser, Wakil Bupati Garut Hilmy Budiman,  serta ribuan umat SI,” katanya.

BACA JUGA:   Pernyataan Sikap PP/LT Syarikat Islam atas Tindakan Persekusi terhadap Ulama

Dia menambahkan, agenda pembahasan Muswil  yang akan berlangsung di Hotel Sutan Raja termasuk pemilihan ketua PW SI Jabar dan Ketua Dewan Wilayah SI Jabar, serta formatur pengurus. “Semoga Muswil berjalan lancar dan bisa memilih kepengurusan baru,” katanya.

Dia menambahkan, Musywil kali ini merupakan yang pertama setelah ada penyatuan SI dari dua kubu. “Semoga Musywil menghasilkan pengurus yang amanah dan rekomendasi untuk kemaslahatan umat Islam, bangsa dan. negara,” katanya.

Sementara itu, Ketua PW SI Jabar, Oman Fathurrahman mengatakan, Muswil bertepatan dengan SI yang melakukan perubahan agar bisa mengambil bagian dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat. “Semoga bisa membantu menyepakati berbagai program kerja dan rekomendasi untuk lima tahun ke depan,” katanya.

BACA JUGA:   Pimpinan Wilayah Syarikat Islam Sulut mengucapkan Dirgahayu Indonesia ke-75 Tahun

Sedangkan Dadang M. Naser mengatakan, ormas Islam seperti SI bisa menjadi penguat dan pengembangan program-program pemerintah. “Apalagi ajaran SI yang diutamakan adalah sebersih-sebersihnya akidah, setinggi-tingginya ilmu, dan sepintar-pintarnya siasah atau politik,” katanya.

Umat Islam, kata Dadang Naser, sering tak sadar dengan perilaku khususnya dengan lingkungan. “Umat Islam dalam bertani kadang merusak lingkungan sehingga terjadi bencana. Demikian pula membuang sampah seenaknya sendiri,” katanya.***

sumber: pikiran-rakyat.com

News Feed