by

Prabowo Sulit Menang di MK

Print Friendly, PDF & Email

Mantan Ketua MK, Hamdan Zoelva berpendapat, kesaksian yang disampaikan para saksi dari Tim Hukum Prabowo-Sandi, dalam sidang sengketa Pilpres 2019 di Mahkamah Konstitusi (MK), belum cukup untuk mendukung gugatan terkait kecurangan Terstruktur, Sistematis, dan Masif (TSM).

“Memang kesulitan besar bagi pemohon (kubu 02) adalah menghadirkan saksi-saksi yang bisa membuktikan kecurangan TSM,” katanya dalam sebuah stasiun TV Swasta, Kamis (20/6/2019).

Lanjutnya, ia mengatakan bahwa hal tersebut yang membuat saksi yang dihadirkan kesulitan mendapat pertanyaan dari pihak termohon dan hakim MK. Sambungnya, ia menjelaskan bahwa saksi kubu 02 juga kesulitan memberi bukti lantaran tidak melihat langsung kecurangan di lapangan.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: Tiga hal yang perlu dijawab terkait amendemen UUD

Tambahnya, terlebih dengan dugaan Daftar Pemilih Tetap (DPT) siluman yang mencapai 17,5 juta.

“Saksi yang dihadirkan itu saksi yang berdasarkan pemantauan, tidak dilihat secara langsung. Ini tidak signifikan karena selisihnya (perolehan suara) sangat besar,” tegasnya.

Oleh karena itu, KPU sebagai pihak termohon hanya menghadirkan satu saksi ahli dalam persidangan hari ini.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: Kritik Lewat Mural Dijamin UUD 1945

“Termohon begitu sangat yakin bahwa tidak perlu diajukan saksi, cukup ahli,” tutupnya.

Tag: Hamdan Zoelva, Mahkamah Konstitusi, Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Pemilu Presiden (Pilpres)

Penulis: Redaksi WE Online

Editor: Vicky Fadil

Foto: Antara/Hafidz Mubarak A

sumber: wartaekonomi.co.id

News Feed