by

Berikan Apresiasi TNI dan Polri, PP Perisai Bagikan Ta’jil Gratis

harianmuspol.com-jakarta Pasca kerusuhan yang terjadi pada hari rabu dan kamis kemarin, di Jakarta sudah mulai kondusif.

Aktivis Mahasiswa dan pemuda PERISAI (Pertahanan ideologi Sarekat Islam) mengambil momentum dengan menyempatkan aksi social mendukung gerakan Indonesia damai dengan bagi-bagi takjil dan makanan berbuka puasa bersama TNI & Polri.

Para Aktivis mahasiswa dan pemuda dari PERISAI melaksanakan kegiatan sosial berbagi takjil dan makanan kepada aparat keamanan di sekitar Gedung KPU, Bawaslu, Cikini dan Bundaran HI. (24/5/2019).

Setelah aksi bagi-bagi takjil dan makanan berbuka di beberapa titik, kemudian para Pengurus PERISAI berkumpul melakukan buka puasa bersama aparat TNI- Polri di Bundaran HI. Setelah selesai berbuka puasa, puluhan pemuda dari PERISAI itu langsung membaur berbincang-bincang dengan TNI & POLRI.

BACA JUGA:   Tjokroaminoto Dan Refleksi Pemuda

Di depan HI, Sebagian aktivis Perisai ada yang membagikan makanan gratis kepada pengendara sepeda motor dan masyarakat umum yang ada di bundaran HI. Jojo Sekretaris Jenderal Pimpinan Pusat Pertahanan Ideologi Serikat Islam (PP Perisai)

Berharap dengan aksi yang dilakukan Mahasiswa dan Pemuda ini menjadi lokomotif gerakan Terwujudnya Indonesia Damai. “Gerakan bagi-bagi takjil dan makanan berbuka puasa ini adalah gerakan social sebagai bentuk gerakan Poros Perdamaian menyikapi kondisi sosial & politik hari ini, dan hari ini PERISAI mendukung proses Terwujudnya Indonesia Damai,”

BACA JUGA:   PC PERISAI Banjarnegara: Selamat & Sukses Silaturrahmi Nasional Milad Syarikat Islam ke-114

Jojo menilai kalau pihak kepolisian dan TNI yang telah bekerja keras menciptakan kondisi yang aman dan damai, namun menurutnya kerusuhan dilapangan dapat dipicu oleh oknum penyusup yang memprovokasi dan memanfaatkan aksi demonstrasi.

” Kami mengapresiasi kerja keras TNI dan Polri yang telah menjadi garda terdepan menjaga keutuhan NKRI dalam Proses Demokrasi di Indonesia, kami dari PP Perisai mengecam gerakan provokatif dan politisasi Massa aksi yang dapat menimbulkan Korban Jiwa.” tutup Jojo.

sumber: harianmuspol.com

News Feed