by

Jimly Asshiddiqie: Ada Optimisme Rekonsiliasi Antara Jokowi dan Prabowo

Print Friendly, PDF & Email

Liputan6.com, Jakarta – Ketua Umum Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Jimly Asshiddiqie mengatakan ada optimisme terjadinya rekonsiliasi antara kedua kubu pasangan calon peserta Pilpres 2019. Jimly yakin kedua calon presiden, Jokowi dan Prabowo segera rekonsiliasi.

“Dari diskusi tadi, ada optimisme. Saya tidak perlu menyebut terlalu detail tapi secara umum saya menyampaikan ada harapan rekonsiliasi itu akan terjadi,” kata Jimly usai pertemuan seperti dikutip dari Antara, Jumat (24/5/2019).

Momentum bulan suci Ramadan menjadi saat yang tepat bagi kedua kubu paslon untuk menciptakan kedamaian dan persatuan bangsa setelah beberapa bulan terpecah karena perbedaan preferensi politik.

BACA JUGA:   REBRANDING SYARIKAT ISLAM, 15 november 2020

Keputusan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno untuk melayangkan gugatan Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK), lanjutnya, menjadi sikap yang patut diapresiasi.

Selain itu pula, ada niat baik dari capres Prabowo Subianto untuk bertemu capres petahana Joko Widodo meskipun belum ketemu waktu yang tepat.

“Jadi dua hal ini, saya rasa bisa menurunkan ketegangan,” kata Jimly yang juga pernah menjabat sebagai ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Pertemuan Berlangsung 3 Jam
Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar pertemuan tertutu dengan sejumlah tokoh agama, tokoh masyarakat dan ahli hukum tata negara di Kediaman Dinas Wapres di Jakarta, Kamis 23 Mei malam. Selain Jimly, hadir dalam pertemuan tertutup itu mantan wapres Try Sutrisno, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mukti, mantan ketua MK Mahfud MD, Hamdan Zoelva, Din Syamsuddin, Agus Widjojo, Amirsyah Tambunan, dan Jenderal Pol (Purn) Bambang Hendarso Danuri.

BACA JUGA:   16 Oktober 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

Hadir pula Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR) Sofyan Djalil, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Syafruddin dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Pertemuan tersebut berlangsung tertutup selama kurang lebih tiga jam, mulai dari pukul 20.30 WIB hingga 23.30 WIB.

sumber: liputan6.com

News Feed