by

Harapan Damai Usai Pemilu, PP Wanita Perisai Siap Cetuskan Dialog Kebangsaan

Print Friendly, PDF & Email

Lintasaktual.com, Bogor – PP Wanita Pertahanan Ideologi Syarikat Islam atau biasa disebut dengan Wanita Perisai akan menggelar dialog kebangsaan dan diikuti oleh buka bersama pada Jum’at 24 mei 2019 mendatang.

Dialog kebangsaan bertajuk “Optimalisasi peran media massa dalam menciptakan stabilitas nasional pasca pengumuman hasil pemilu 2019” diharapkan dapat menjadi salah satu upaya untuk mendorong seluruh elemen masyarakat agar dapat berjiwa besar menerima pengumuman pemilu mendatang.

Dialog kebangsaan yang akan digelar di Rumah Kebangsaan H.O.S Tjokroaminoto bertempat di jalan taman amir hamzah no 2 Jakarta pusat itu, akan turut dihadiri oleh beberapa praktisi di bidangnya masing-masing.

BACA JUGA:   WANITA PERISAI: selamat hari sumpah pemuda 28 oktober 2020

Ketua Umum Syarikat Islam, Dr. Hamdan zoelva akan turut memberikan keynote speaker pada acara tersebut. Beberapa narasumber yang akan ikut bicara dalam dialog tersebut diantaranya adalah Gefarina Djohan, MA (Akademisi/Dosen Ilmu Politik UIN Jakarta), Sabir Laluhu (Wartawan senior Sindo) dan Dr. Mohammad Nasih (Monash Institute).

Megawaty selaku ketua umum PP Wanita Perisai memaparkan bahwa acara ini diselenggarakan dalam rangka rekonsiliasi seluruh elemen bangsa dari berbagai kalangan. Maka dari itu kami undang pula narasumber dari berbagai latar belakang. Ada dari akademisi, media, tokoh agama. Semuanya sebagai pilar yang akan menjaga keutuhan NKRI melalui pandangannya masing-masing.

BACA JUGA:   Kecam Pernyataan Macron, Ormas Beli dan Bakar Produk Prancis sebagai Aksi Boikot

Menurutnya kondisi pemilu 2019 kemarin sudah membuka ruang kericuhan di berbagai lini, kini harus direkatkan kembali dengan berbagai macam upaya, dan dialog kebangsaan inilah salah satunya.

“Mengapa mengusung tema optimalisasi media massa, hal ini dikarenakan media massa adalah media informasi yang masif dalam penyajiannya”. Tandasnya

Selain itu, “Dibutuhkan optimalisasi yang ekstra agar kita mampu menyaring dan memaksimalkan informasi yang kita dapat. Tidak terpancing pada isu miring yang belum jelas kebenarannya dan juga dapat mengawal informasi dengan kepala yang jernih dan hati yang sejuk”. tutupnya

sumber: lintasaktual.com

News Feed