by

Hamdan Zoelva : Wakaf Bisa Jadi Solusi Mengatasi Kemunduran Ekonomi Umat

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, SuaraSI.com – Sekarang, umat islam mundur dalam berbagai aspek, terutama aspek ekonomi. Alasan mundurnya umat islam dalam aspek ekonomi salah satunya dikarenakan tidak mengikuti sunnah nabi Muhammad SAW.

Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam masa jihad 2015-2020, Dr. Hamdan Zoelva, saat memberikan sambutan dalam acara Pesantren Ekonomi yang diselenggarakan oleh Badan Koordinasi Nasional Lembaga Ekonomi Mahasiswa Islam Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (Bakornas LEMI PB HMI) dengan tema ‘Indonesia Emas dengan Ekonomi Syariah’, di Graha Insan Cita (GIC), Depok, Jawa Barat, Jum’at, (17/5).

Kisah nabi Muhammad sejak kecil yang memang sudah pandai berbisnis, tambah Hamdan, seharusnya bisa dijadikan semangat untuk umat muslim dalam mengembangkan perekonomian. Menurut Hamdan, di usia yang belia, nabi Muhammad sudah belajar berniaga dan mampu mengembangkan islam melalui kekuatan ekonomi.”Dakwah rasulullah saat itu luar biasa serta didukung oleh pebisnis. Orang Yahudi di Madinah kalah dalam bisnis sama orang Islam,” ujar Hamdan.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK: Pelanggar PSBB Tak Bisa Dikenakan UU Karantina

Bahkan, lanjut Hamdan, bisnis para sahabat nabi berkembang hingga ke negeri Cina. “Semua dikarenakan umat islam saat itu unggul dalam penguasaan ekonomi,” tambahnya.

Ia mengatakan bukti lain dari kemunduran umat muslim dalam ekonomi juga dapat dilihat dari hasil elektoral dalam politik. “Dimana, partai islam yang pada pemilu tahun 1955 meraih suara 45 persen, sekarang di tahun 2019 hanya tinggal 36 persen. Persoalan ini diakibatkan karena terjun ke politik harus ada kekuatan uang yang mencukupi,” tambah Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni HMI (MN KAHMI).

BACA JUGA:   Komentari Penurunan Baliho Habib Rizieq oleh TNI, Hamdan Zoelva: Negara Nampak dalam Kondisi Darurat

Hamdan berpendapat salah satu upaya untuk membangkitkan kembali perekonomian umat, yakni dengan organisasi fokus kepada dakwah ekonomi. Hal ini diterjemahkan oleh organisasi yang sekarang ia pimpin, yakni Syarikat Islam, antara lain melalui gerakan wakaf. “Sekarang berkembang ekonomi syariah. Contoh ekonomi syariah yakni wakaf. Orang yang mewakafkan hartanya menjadikan asset beranak pinak. Seperti diumpamakan dalam Al Qur’an, orang yang mewakafkan hartanya seperti orang yang menanam satu biji, tumbuh menjadi tujuh tangkai lalu disetiap tangkai tumbuh 100 biji,” katanya.

Harta wakaf, menurut Hamdan adalah harta Allah dan akan luar biasa memajukan ekonomi syariah jika dikelola dengan baik. “Hasilnya diinvestasikan kembali. Misalnya usaha Toko yang bersumber dari harta wakaf bisa berkembang dan terus bergulir,” ujarnya.

sumber: suarasi.com

News Feed