by

MN KAHMI Dorong Dibentuk TPF Petugas Pemilu Yang Gugur

Print Friendly, PDF & Email

RMOL. Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHM) prihatin dan belasungkawa yang mendalam atas meninggalnya 554 petugas KPPS, Panwas dan Polisi dalam Pemilu 2019.

“Besarnya jumlah korban jiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sangat memilukan dan mencederai  penyelenggaraan pemilu 2019,” kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva melalui siaran pers, Jumat (10/5).

MN KAHMI mengajak segenap elemen bangsa untuk menaruh atensi dan peduli terhadap tragedi kemanusiaan tersebut.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: 70 Persen Calon Kepala Daerah Positif COVID-19

Tidak berhenti pada wacana dan pernyataan keprihatinan semata, menurut Hamdan, perlu membangun komitmen dan perhatian bersama agar misteri jatuhnya korban jiwa segera terungkap.

“MN KAHMI mendorong dibentuknya Tim Pencari Fakta (TPF) atas peristiwa tersebut,” tegas Hamdan.

Hamdan menjelaskan, pembentukan TPF ini tidak saja untuk menciptakan ketenangan dan mengakhiri berbagai spekulasi di masyarakat, tetapi juga dimaksudkan antisipasi ke depan agar tragedi kemanusiaan tersebut tidak  terulang kembali.

MN KAHMI, sambung Hamdan, juga mengharapkan segera dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pemilu, baik Pileg maupun Pilpres. Sehingga ke depannya tercipta desain pemilu yang lebih tepat, bermartabat, berkeadilan, dan yang manusiawi.

BACA JUGA:   Indonesia Tidak Sedang Karantina, Hamdan Zoelva: Aparat Tidak Boleh Menggunakan UU Kekarantinaan

Lebih lanjut MN KAHMI menginstruksikan kepada seluruh di warganya di daerah, (Majelis Wilayah dan Majelis Daerah, agar  memberi atensi dan peduli dengan proaktif mendata dan menghimpun informasi yang cermat atas korban jiwa, baik yang wafat maupun dalam perawatan.

sumber: rmol.co

News Feed