by

FOTO: KSPSI memperingati hari buruh pada 1 Mei bersama dengan Bulog Divre Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan

Print Friendly, PDF & Email

JAMBI, TRIBUN – Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) memperingati hari buruh pada 1 Mei kemarin bersama dengan Bulog Divre Jambi dan BPJS Ketenagakerjaan.

Dalam kegiatan di Tanjung Lumut Kemarin juga diresmikan outlet Rumah Pangan Kita (RPK) berkejasama dengan Bulog Divre Jambi dan sosialisasi dari BPJS Ketenagakerjaan terkait Manfaat Layanan Tambahan (MLT). Pimpinan KSPSI Jambi, Asnawi  Alamsyah  menyebutkan jika kegiatan ini diikuti 80 perwakilan dari KSPSI.

Kegiatan ini sebagai wadah aspirasi positif di hari Buruh, dengan harapan kesejahteraan pekerja meningkat.

Sekjen KSPSI pusat Rudi Prayetno menjelaskan jika kegiatan ini sejalan dengan aktifitas di 21 Provinsi dengan visi mengedepankan rasionalitas.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK : Anies dan HRS Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina

Dalam louncing program ini, Sekjend KSPSI yang merupakan anggota DJSN juga telah menugaskan Tokoh Muda dari Ikatan Pemuda Tionghoa Indonesia ( IPTI ) Erlen Wijaya dan Andi Gunawan, untuk menjalankan dua program tersebut, dan berkoordinasi dengan DPD SPSI serta pihak terkait. Ketua Serikat Islam, Hamdan Zoelfa menjelaskan jika secara nasional terdapat ketimpangan ekonomi.

Agar ekonomi menjadi mandiri maka penguasaan ekonomi harusnya berada pada tangan rakyat, bukan sekelompok orang.

Gerakan apapun yang mendorong peningkatan perekonomian kerakyatan patut diapreasi. ” Saya mendorong anak muda untuk memajukan perekonomian dengan menjalankan usaha sendiri. Ini yang didorong kepada buruh agar menjadi wirausahawan,” jelas Zoelfa.

BACA JUGA:   17 Nopember 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati Kajian Islam Dan Konstitusi bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

Rumah Pangan Ini juga menjadi cikal bakal wirausaha muda yang kreatif. Hal ini yang dicita-citakan seluruh buruh di Indonesia.

Pimpinan Bulog Divre Jambi Efdal menjelaskan rumah pangan merupakan jaringan pemasaran yang dibentuk Bulog, dengan akses mudah dan harga terjangkau.

Rumah pangan memiliki asas dari masyarakat untuk masyarakat. ” Mudah-mudahan ini kita harapkan makin berkembang, dan menjangkau hingga daerah,” jelas Efdal.

Rumah pangan ini memperpendek mata rantai untuk membeli kebutuhan pokok.  Produk yang dijual, seperti beras, gula pasir, yang ke depan akan ditingkatkan dalam produk daging beku dan telur.

sumber: instagram.com/andi_dragoncomunity

News Feed