by

Hamdan Zoelva Usulkan Pileg Kembali ke Sistem Proporsional Tertutup

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, Beritasatu.com – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Hamdan Zoelva mengaku sepakat dengan pemisahan pemilihan serentak nasional dan daerah. Namun, Hamdan mengusulkan agar pemilihan legislatifnya menggunakan sistem proporsional tertutup.

“Saya usulkan (pileg) menggunakan sistem proporsional tertutup. Sangat sederhana, tidak rumit seperti sekarang ini,” ujar Hamdan di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Hamdan menilai persoalan Pemilu Serentak 2019 bukan terletak pada penggabungan antara pilpres dan pileg. Namun, menurut dia, terletak pada sistem pileg yang rumit. Hamdan beranggapan sistem proporsional terbuka membuat parpol kerepotan, pemilih bingung dan penyelenggara menghadapi persoalan-persoalan teknis.

“Jadi problemnya bukan di penggabungan pemilu presiden dan legislatif itu tetapi kerumitan di sistem pemilihan anggota DPR, itu yang bikin rumit. Parpol-parpol itu mencari caleg saja tidak gampang. Akhirnya caleg sembarangan saja dimasukkan. Pemilih juga bingung dengan nama yang banyak,” jelas dia.

BACA JUGA:   15 langkah magnet brand dimata hamdan zoelva

Sistem proporsional tertutup, kata Hamdan, secara konstitusi, tidak melanggar aturan. Bahkan sistem seperti ini pernah diterapkan pada Pemilu 1955 dan Pemilu 1999. Dengan sistem ini, maka pemilihan akan lebih sederhana, pemilih hanya memilih parpol saja.

“Jadi, tidak terlalu rumit dan sangat sederhana,” ungkap dia.

Sementara skenario pemisahan pilpres dan pileg, Hamdan mengusulkan agar pemilihan nasional terdiri dari pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI dan DPD. Sementara pemilihan daerah diikuti dengan pemilihan kepala daerah dengan DPRD provinsi dan kabupaten/kota.

BACA JUGA:   Rindu Kejayaan SI Kota Tasik dalam Menggerakkan Ekonomi Umat

“Pemisahan ini berdampak pada pemilih dan parpol. Tentu akan lebih sederhana, supaya pemilih tidak bingung. Kemudian parpol bisa mengampanyekan presiden satu ideologis, satu program satu visi. Sekarang masalahnya, parpolnya ke mana, visinya masing-masing punya ideologi, presidennya lain lagi. Jadi gak jelas,” tutur dia.

Untuk pemilihan serentak daerah, Hamdan mengatakan bisa saja dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia. Namun, kata dia, bisa juga pemilu serentaknya per provinsi.

“Misalnya, pemilihan serentaknya hanya satu provinsi, mulai dari pemilihan gubernur, bupati dan wali kota di semua kabupaten/kota di provinsi tersebut serta pemilihan DPRD [rovinsi dan DPRD kabupaten/kota. Jadi, serentaknya hanya satu provinsi, itu akan lebih efisien,” pungkas dia.

sumber: beritasatu.com


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed