by

Dipimpin Hamdan Zoelva, Syarikat Islam bukan lagi organisasi politik

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email


Merdeka.com – Organisasi Syarikat Islam (SI) di bawah kepemimpinan Hamdan Zoelva mengembalikan SI pada organisasi dagang. Ketua Umum Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) Indonesia, Hamdan Zoelva menegaskan ada beberapa kebijakan strategis yang akan dikembangkan dalam periode kepemimpinannya lima tahun ke depan yaitu membangun usaha mikro, hingga pengembangan pendidikan.

“Sebagai sebuah organisasi, SI akan kembali kepada khittah awalnya sebagai organisasi yang menghidupkan dagang dan wirausaha di kalangan umat Islam,” ujar Hamdan usai melantik DPP SI di Gedung Balai Sudirman, Jakarta, Sabtu (27/2).

Dalam mengembalikan dasar SI kepada perjuangan awal yang dibangun pada tahun 1912, kata Hamdan, SI akan melakukan pemberdayaan ekonomi umat yang masif di seluruh Indonesia. Lima tahun ke depan, SI merencanakan membentuk minimal 2500 usaha mikro dan koperasi

BACA JUGA:   1 Oktober 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Machmud Turuis, SE

“Ini akan terus kita bimbing dan membangun jaringan usaha yang kuat dengan program yang sama dengan yang dilakukan pemerintah seperti kebijakan saat ini,” lanjut Hamdan.

Mantan Ketua MK ini yakin jaringan kerja yang dia canangkan bisa dicapai dengan semangat juang kader-kadernya. Apalagi, persoalan pelik yang terjadi selama ini dilatarbelakangi kurangnya semangat dagang umat Islam Indonesia.

“Selama ini kita kurang dalam bidang ekonomi. Dengan kebijakan SI melalui dakwah inilah kita mencatat sejarah penting dalam perjuangan Islam di Nusantara kelak,” tuturnya.

“Jika kuat secara ekonomi baik sebagai umat Islam maupun bangsa insha Allah kita akan kuat dalam bidang politik, pertahanan dan keamanan. Kekuatan eko dan di samping kekuatan ideologis menjadi basis kekuatan politik,” tambah dia.

Selain kebijakan membangun usaha mikro, SI juga akan memperkuat pendidikan pada level sekolah menengah kejuruan. Dengan orientasi bisa lebih cepat membangun usaha dan kekaryaan.

BACA JUGA:   3 September 2020 Salam Radio dengan topik Geliat Syarikat Islam di Nusa Tenggara Timur

“Dengan memperkuat sekolah-sekolah kejuruan menengah dan sekolah tekhnik di seluruh Indonesia, diharapkan memperkuat dakwah ekonomi yang dikembangkan SI,” lanjut dia.

Hamdan kemudian menegaskan, SI di bawah kepemimpinannya tidak lagi menjadi partai politik (parpol). Dia mengaku akan mengambil jarak yang sama dengan semua parpol.

Dalam perjalannya, dia akan membangun sekolah politik agar melahirkan kader-kader politik Indonesia yang Islami, berkahlakul karimah serta tulus dalam mengawal Indonesia untuk memajukan kesejahteraan rakyat.

“Menjadikan sekolah kader politik yang kadernya akan kami persembahkan kepada parpol-parpol yang ada. Semoga ini akan ikut memperbaiki keadaan kita dan parpol-parpol yang pragmatis dan mengalami kemunduran dalam idealisme,” tutup Hamdan. [war]

sumber: merdeka.com
Syarikat Islam
Hamdan Zoelva
sumber: www.si.or.id

News Feed