by

CATATAN SUSNO DUADJI DI MUKERNAS I SYARIKAT ISLAM

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email


Cisarua, Bogor ; Jum’at 19 Mei 2017 bertempat di Aula Pusdik Mahkamah Konstitusi Indonesia, saya bersama teman-teman menghadiri undangan Pembukaan Mukernas I Syarikat Islam okeh Ketua, Bpk DR. H. Hamdan Zolva, SH, dihadiri oleh seluruh Pengurus Wilayah, Pengurua Cabang se Indonesia dan Organisasi Sayap, dan juga undangan dari Malaysia dan Turki, dengan Thema Syarikat Islam kembali ke Khitoh.

Syarikat Islam sebagai Partai Politik Pertama didirikan di Indonesia dan pernah menjadi Partai Politik yang besar kemudian surut dan tidak lagi menjadi Partai Politik hingga saat ini tetap ekses sebagai organisasi Kemasyarakatan.

Handan Zolva menyatakan bahwa Syarikat Islam bukan Partai Pokitik, dan tidak akan menjadi Partai Politik, tetap dipertahankan sebagai Ormas, namun sangat menganjurkan anggotanya agar mengerti politik dan diminta agar ikut terjun ke Politik melalui berbagai Partai Politik yang ada di Republik Indonesia sesuai pilihan hati nuraninya, dan agar menjadi kader kader Partai politik yang baik, berpolitik sesuai ajaran Islam, politik yang Islami,

BACA JUGA:   Pelantikan anak-anak cabang sekaligus penyerahan kartu anggota KTA SI kepada bupati bandung

Syarikat Islam awal nulainya berasal dari Organisasi Para Pedagang Islam, yaitu Syarikat Dagang Islam yang didirikan untuk melindungi nasib pedagang Islam (Pribumi) di Kota Solo, Jawa Tengah yang diperlakukan tidak adil oleh penjajah sehingga mengalami kesulitan mendapatkan bahan baku dan pemasaran, kemudian berubah menjadi Partai Politik yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran,

Dalam sambutannya Hamdan Zoelva menekankan empat program Syarikat Islam, yaitu ;
~ konsulidasi Organisasi,
~ ekonomi keumatan,
~ inventarisasi aset dan pendidikan,
~ penyusunan program syiasah,

Lebih ditekankan lagi bahwa dengan kembalinya Syarikat Islam ke Kithoh, maka betapa pentingnya program ekonomi keumatan, yaitu ; melatih dan menggalakan agar rakyat I donesia terjun ke dunia usaha di segala lapisan dan bidang, rakyat Indonesia akan kuat dan sejahtera manakala rakyat ikut terjun dan menjadi pelaku di segala bidang perekonomian, bukan menjadi penonton, dan lebih sengsara lagi kalau menjadi budak di Negeri sendiri,

BACA JUGA:   24 September 2020 Program Salam Lentera Kebajikan Jelang Majelis Tahkim 41 Syarikat Islam Bersama Al Khairi Yacob, S.Ag

Syarikat Islam sangat memperihatikan penguasaan di bidang ekonomi Indonesia saat ini yang hanya dikuasai okeh segelintir orang, apalagi ada yang mengatakan bahwa :
~ bahwa sebanyak 49 persen dari total kekayaan Indonesia dikuasai hanya oleh 1 persen warga terkaya, sementara 99 warga Indonesia hanya memperebut 51 % sisanya,
~ 25 grup perusahaan kelapa sawit yang menguasai 5,1 juta hektar lahan, sementara rakyat hanya punya lahan jauh di bawah 1 Ha,

Ketimpangan penguasan bidang ekonomi inilah yang sangat diperihatinkan okeh Syarikat Islam , sehingga Syarikat Islam sangat menekankan agar rakyat Indonesia berperan di bidang perekonomian sebagai pelaku bukan sebagai penonton atau jongos di negeri sendiri.

Semoga

Susno Duadji
————–
~ Ketua Umum TP Sriwijaya,
~ Penasehat Syarikat Islam
~ Ketua Konite Pemantau Pengawas Pertanian Indonesia,
~ Datuk Patani Sumsel

sumber: sriwijayaonline.com
Syarikat Islam
Susno Duadji
sumber: www.si.or.id

News Feed