by

SI Konsisten di Ekonomi Kerakyatan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Jakarta, Koranpelita.com

Peran ulama dalam pilpres dan pileg serantak pada 17 April 2019 mendatang sangat signifikan/sentral dan menjadi pelaku utama pada pesta demokrasi di Indonesia.

Diharapkan pemilu kali ini berjalan lancar jauh dari fitnah dan Hoax.Benarkah?

“Kita mengajak umat islam untuk mensukseskan pilpres dan pileg 2019 dengan damai,jauh dari kekerasan, hoax dan fitnah,” ujar Prof Mohammad Taufik Makarao selaku Ketua Bidang Pendidikan Tinggi Organisasi Syarikat Islam (SI) kepada KORANPELITA.COM, ketika ditemui kantornya di Jakarta, Rabu ( 03/04/2019)

Disinggung sikap politik SI menurut Taufik bahwa menjelang pemilu 2019 garis politik kami tidak dimana-mana artinya tidak mendukung salah satu paslon.

BACA JUGA:   Turut berduka cita atas wafatnya Ir. H. Adi Darma, M.Si Ketua Dewan Wilayah Syarikat Islam Kalimantan Timur

“SI hanya ingin mengajak masyarakat untuk tidak golput dalam pemilu 2019.Golput sebaiknya dikikis habis kalau perlu hilang pada 17 April nanti.SI tidak dimana-mana tapi ada dimana-mana,” terangnya.

Pada sisi lain perjuangan Syarikat Islam masih konsisten pada ekonomi kerakyatan terlebih tambah Taufik SI masih fokus dalam perjuanganya yakni dibidang pendidikan dan ekonomi.Hal ini terbukti dengan menitik beratkan pada program dakwah ekonomi dengan mendirikan koperasi untuk ekonomi kerakyatan dari yang kecil sampai yang besar.

“Koperasi kami sudah ada di Kota Bekasi dan di Jakarta (lebak bulus) menitik berat pada 9 bahan pokok,” imbuhnya.

Program ambusius kami tambah Taufik mendirikan Universitas Cokro Aminoto di kota Makasar.Setelah ada perubahan yayasan menurut rencana menjadi Universitas Syariat Islam Cokro Aminoto.

BACA JUGA:   Kader Syarikat Islam Banjarnegara Diharapkan Jadi Kader Militan

“Rencana target kami 2019 launcing pembangunan
kampus dengan 24 lantai nantinya separuhnya akan menjadi apartemen atau pusat bisnis dan ekonomi.Kampus tersebut rencana terdapat 10 program study. Letaknya dijalan Perintis kemerdekaan Sulawesi Selatan, dimana dewan pembina yakni Jusuf Kalla, Aksa Mahmud dan Hamdan Zoelva.” urainya

Dikatakan Taufik selain dibangun kampus 24 lantai nantinya 4 lantai akan menjadi apartemen karena memiliki prospek yang baik.

“Meskipun bergerak dibidang pendidikan tetap aspek ekonomi juga menjadi perhatian SI,” tandasnya.(han)

sumber: koranpelita.com

News Feed