by

MN KAHMI : Indonesia Butuh Pemimpin yang Kuat

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Balikpapan, SuaraSI.com – Proses demokrasi yang semakin hari semakin berlangsung secara bebas telah menjadi tantangan tersendiri bagi pemimpin yang hendak menahkodainya. Jangan sampai kapal besar bernama Indonesia tenggelam kedasar laut karena tidak mempunyai nahkoda atau pemimpin yang kuat.

Ada alasan kenapa Indonesia butuh pemimpin yang kuat. Seperti alasan yang disampaikan oleh Koordinator Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI), Hamdan Zoelva yang menyatakan bahwa demokrasi di Indonesia berjalan tertatih-tatih.

Menurut Hamdan, demokrasi telah dirampok oleh pemilik modal, apalagi dengan sistem pemilihan dan dengan kondisi perekonomian masyarakat yang masih lemah, akibatnya siapa yang punya banyak uang maka ia akan menjadi penguasa di negeri ini yang akhirnya akan melemahkan demokrasi itu sendiri.

BACA JUGA:   25 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

“Kita harus yakin bahwa demokrasi kuat. Demokrasi akan berjalan dengan baik. Demokrasi itu butuh kesabaran. Oleh sebab itu untuk membuat demokrasi kuat, kita juga butuh pemimpin yang kuat,” kata Hamdan dihadapan warga KAHMI dan Kader HMI se-Kalimantan Timur di Aula Rumah Dinas Walikota Balikpapan, Jum’at (22/3).

Hamdan menjelaskan kalau pemimpin yang tidak kuat maka ia tidak berani mengambil keputusan, namun dengan keberaniannya mengambil keputusan, maka ia merupakan pemimpin yang kuat. “Keberanian mengambil keputusan itu akan berdampak pada kerja berat dan kerja keras untuk meningkatkan kesejahteraan serta tingkat kecerdasan masyarakat,” tambahnya.

BACA JUGA:   Ketika Dua Mantan Prihatin terhadap Negeri Ini

Dalam acara yang dihadiri oleh Walikota Balikpapan, Rizal Effendi, Ketua Umum Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziyah ini mengatakan politik identitas telah membuat masyarakat menjadi tegang, terutama di media sosial. “Mudah-mudahan ketegangan yang tinggi itu hanya terjadi di media maya dan tidak sampai merembes kedalam dunia nyata,” harap Hamdan.

sumber: suarasi.com

News Feed