by

Rumah Baca HOS Tjokroaminoto Peringati HUT ke-4

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

TARUMAJAYA, AYOBEKASI.NET — Rumah Baca (Rumba) HOS Tjokroaminoto memperingati Milad ke-4 tahun di kawasan Villa Mutiara Gading, Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Minggu (25/2/2019) malam. Hal ini sekaligus sebagai tanda syukur akan eksistensi Rumba HOS Tjokroaminoto di tengah-tengah masyarakat selama ini.

Aulia Tahkim, salah seorang cicit dari HOS Tjokroaminoto, dalam kegiatan syukuran menyampaikan di umurnya yang masih muda, Rumba HOS Tjokroaminoto sudah banyak memberi manfaat untuk masyarakat.

Meski jauh dari tengah kota, menurut Aulia, Rumba yang menyatut nama pahlawan nasional sekaligus tokoh Sarekat Islam (SI) ini banyak didatangi komunitas-komunitas yang ingin belajar bagaimana mengembangkan literasi di tengah kehidupan masyarakat.

“Artinya Rumba HOS Tjokroaminoto sangat bagus untuk pengembangan keilmuan dan pendidikan kepada masyarakat,” ujar pria akrab disapa Wili ini dalam pidato sambutan milad.

Wili menyampaikan, awal mula didirikannya Rumba HOS Tjokroaminoto merupakan kegelisahan akan dunia pendidikan, khususnya yang kurang merangkul kaum-kaum termarjinalkan, hingga kemudian rumba ini dapat berdiri.

Dia mengutarakan, Tjokroaminoto sendiri yang dikenal bergulat di dunia politik, namun pada masanya dia juga mempunyai kepedulian terhadap masalah pendidikan. Tjokroaminoto selalu menuntut adanya persamaan di tengah kehidupan masyarakat. Dia ingin warga kebanyakan agar mendapat pendidikan yang layak sama seperti yang didapat golongan priyayi, maupun orang-orang kolonialis kala itu.

BACA JUGA:   Peristiwa 10 September: HUT TNI Angkatan Laut

Semangat SI dalam triloginya, yakni setinggi-tinggi ilmu, semurni-murni tauhid, sepintar-pintar siasat, turut dibawa dalam konsep pendidikan yang ditawarkan di Rumba HOS Tjokroaminoto. Bagi Wili, semangat ini membuat Rumba HOS Tjokroaminoto dapat terus memberikan pencerahan bagi kehidupan masyarakat luas.

“Rumah baca ini telah menginspirasi beberapa rumah baca di daerah lain, seperti daerah Luwuk, namanya Rumah Baca Basito. Terus di Lombok, di Alor, karena memang rumah baca ini konsepnya sangat menarik,” ujarnya.

Menurutnya, tiga hal yang dapat dijawantahkan dari Rumba HOS Tjokroaminoto yakni pendidikan bisa menjadikan pribadi-pribadi manusia berbudi pekerti, hidup mandiri, dan membuat individu merdeka.

Dia mengharapkan, Rumba HOS Tjokroaminoto tetap konsisten memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

“Semoga semakin bermanfaat bagi masyarakat, berbagai komunitas, dan daerah-daerah lain bisa meniru rumba ini,” tutupnya.

Beranggotakan 100 Anak Marjinal 
Di umurnya itu, Rumba HOS Tjokroaminoto juga sudah membuktikan diri menjadi tempat peraduan anak-anak marjinal mendapatkan asupan pendidikan walau sebatas proses belajar mengajar yang ditekankan pada literasi.

Founder Rumba HOS Tjokroaminoto, Agustian menyampaikan, hingga saat ini sudah cukup banyak anak-anak marjinal, atau mereka notabene biasa beraktivitas di jalanan bernaung di Rumba HOS Tjokroaminoto. Meski di satu sisi, rumba tidak pernah menutup pintu bagi warga untuk bergabung.

BACA JUGA:   Modernisasi Islam di Jawa, Berawal dari Para Haji yang Reformis

“Kalau yang lebih banyak di sini kaum marjinal, sementara ini sekitar 100 anak. Kalau dari warga sekitar lebih kepada pengenalan bahwa ini ada ruang untuk kita berbagi literasi,” terangnya.

Selain mendapatkan pendidikan literasi untuk menyetak pribadi-pribadi yang lebih baik, Rumba juga banyak melakukan aktivitas informal untuk membuat para anggotanya semakin betah. Misalnya diskusi rutin tematik, workshop, bermain, sampai pelatih-pelatihan untuk mengangkat potensi anak sesuai bidang yang diminati.

Menurut Agus, para anak sama sekali tidak dibebabkan untuk membayar sepeser pun biaya pendidikan yang diberikan dari rumba. Gerakan ini murni untuk memberantaskan angka buta huruf, maupun tingkat literasi anak Indonesia yang dinilai bobrok.

“Kan, banyak anak-anak Indonesia itu disangkakan kurang minat bacanya, padahal karena kurang difasilitasi dan diberi ruang, sehingga seperti itu,” ujarnya.

Agus pun berharap, Rumba HOS Tjokroaminoto dapat terus memberi manfaat bagi anak-anak ini. Dia mengatakan, tantangan terbesar kedepan yang ingin pihaknya kejar adalah mengenalkan literasi model digital, untuk menjawab kebutuhan zaman kekinian.

“Kita berniat mengenalkan literasi digital ke anak-anak. Karena mau tidak mau anak itu sudah bersentuhan dengan gawai. Sudah saatnya mengenalkan bagaimana menggunakan gawai secara sehat, dengan memberikan pemahaman literasi digital secara benar,” tandasnya.

sumber: ayobekasi.net

News Feed