by

KAHMI Ingatkan Tantangan Krisis Kebangsaan di Era 4.0

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Solo: Hasil simposium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) bidang pendidikan merekomendasikan perlu adanya model baru pendidikan kebangsaan pada era milenial, dari tingkat PAUD, Sekolah Dasar, SLTP, SLTA dan Perguruan Tinggi. Menyusul adanya fakta, bahwa setelah era orde baru berakhir dan lahirnya reformasi tidak ada model pendidikan kebangsaan yang jelas di dunia pendidikan nasional.

Jika pada masa Orde Baru ada penataran P-4 (Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila) pada semua level, kemudian tidak ada lagi pada masa reformasi. “Ini merupakan salah satu yang menyebabkan krisis kebangsaan,” ujar Abdur Rahman Ketua Panitia Simposium KAHMI Bidang Pendidikan,yang mengangkat tema: Teknologi, Industri dan Pendidikan, saat membacakan Rekomendasi Simposium di Kampus Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Sabtu, 16 Februari 2019.

BACA JUGA:   The 2020 Constitutional Court Law amendments: a ‘gift’ to judges?

Pendidikan kebangsaan sangat penting, mengingat tantangan terbesar dari masuknya era disrupsi ini adalah kemungkinan merosotnya semangat nasionalisme. Terlebih lagi beberapa indikasi awal merosotnya nasionalisme telah muncul, seperti hoaks,ujaran kebencian, radikalisasi dan ancaman disintegrasi.

sumber: medcom.id


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed