by

ACT Bertemu SI Bahas Filantropi Islam Untuk Pengentasan Kemiskinan

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

MALANG – Kemiskinan menjadi permasalahan dunia. Berdasarkan data bank dunia tahun 2017, 10,7 persen penduduk dunia hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara di Indonesia, angka kemiskinan mencapai 40 persen, sementara menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan mencapai 10 persen.

Ketua Umum Pimpinan/Lajnah Tanfidziyah Islam (SI) Hamdan Zoelva mengatakan, kemiskinan tak hanya terjadi di Indonesia namun juga banyak terjadi di negara-negara konflik. Hal inilah yang kemudian menjadi konsentrasi SI.

“Di Indonesia kalau kita pakai ukuran BPS itu sekitar 10 persen masyarakat Indonesia hidup dalam kemiskinan. Kalau menurut Bank Dunia, angka kemiskinan kita sekitar 40 persen, tinggi sekali. Ini masalah besar bagi kita semua, khususnya umat Islam. Filantropi menjadi solusi kemiskinan yang kita hadapi,” ujar Hamdan saat menerima kunjungan silaturahmi dari Aksi Cepat Tanggap (ACT) pada Rabu (13/2)
Hamdan menguraikan, sebagai alah satu organisasi tertua di Indonesia yang sudah berdiri sejak tahun 1905 dengan nama Sarekat Dagang Islam (SDI), SI memang bertujuan untuk mengembangkan perekonomian dan kehidupan sosial umat.

BACA JUGA:   22 September 2020 Program Salam Indonesia Bisa Penyejuk Hati bersama Dr. H. Hamdan Zoelva, SH.MH

Walaupun tahun 1912 dibawah pimpinan HOS Tjokroaminoto, SI pernah terlibat ke arah politik, namun saat ini, SI kembali ke khittahnya berjuang di bidang ekonomi, sosial dan keagamaan. Karena menurut Hamdan, dengan membangkitkan aktivitas sosial dan ekonomi dalam artian filantropi Islam inilah salah satu solusi pengentasan kemiskinan di Indonesia maupun dunia.

Hamdan yang juga pernah menjabat sebagai Ketua Mahkamah Konstitusi Keempat periode 2013-2015 menyebutkan, filantropi Islam seperti wakaf, zakat, infak, dan sedekah dapat mengatasi masalah umat dan kemanusiaan, bukan untuk tujuan perseorangan.

“Inilah inti dari ajaran Islam. Kenapa kita diwajibkan zakat dan dianjurkan sedekah dan wakaf karena dijanjikan kalau menanam satu akan tumbuh 700 untuk yang melakukan. Inilah kenapa kita dorong karena tentu sangat bermanfaat dan efeknya ini luar biasa untuk pemberdayaan umat dan pemberantasan kemiskinan,” lanjut Hamdan.

Hamdan menjelaskan, salah satu upaya pengentasan kemiskinan tersebut yaitu melalui pengembangan dana wakaf sebagai filantropi tertinggi dalam Islam. “Kalau kita kembangkan dana wakaf dan ini akan terus berputar untuk umat dan bermanfaat bagi umat. Ini pelan-pelan dan pasti akan mengatasi masalah kemikinan di Indonesia karena kita libatkan bersama-sama masyarakat. Hasil pengelolaan wakaf produktif itu tidak untuk perseorangan tapi untuk investasi dan diputar untuk usaha produktif,” ungkapnya.

BACA JUGA:   Rifyal Ka'bah Foundation bekerjasama dengan Salam Radio menyelenggarakan Bedah Buku “Penegakan Syari’at Islam di Indonesia

Pendapat Hamdan diamini oleh Vice President Aksi Cepat Tanggap (ACT) Iqbal Setyarso. Menurutnya, sebagai ikhtiar menjadikan filantropi Islam sebagai solusi pengentasan kemiskinan dan permasalahan lainnya yang dihadapi umat Islam, ACT tahun ini mengusung tema The Rise of Islamic Filantrophy (TRIP).

“Alhamdulillah, ACT sendiri sudah berikhtiar membantu sesama muslim dan yang membutuhkan sejak lembaga ini berdiri. Hingga saat ini, sudah ribuan penerima manfaat yang merasakan bantuan dari ACT. Dan kita juga punya program pemberdayaan masyarakat dengan wakaf melalui program-program dari Global Wakaf,” ucap Iqbal.

Foto : ACT for Radar Malang
Penyunting : Fia

sumber: radarmalang.id


Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

Deprecated: implode(): Passing glue string after array is deprecated. Swap the parameters in /var/www/vhosts/si.or.id/public_html/wp-content/themes/newkarma/inc/template-tags.php on line 606

News Feed