by

Mantan Ketua MK Sebut Vonis Irman Gusman Langgar Prinsip Hukum

Print Friendly, PDF & Email

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Hamdan Zoelva menilai penjatuhan vonis 4,5 tahun kepada mantan Ketua DPD RI Irman Gusman sudah mencederai rasa keadilan.

Hamdan juga menyebut penjeblosan Irman ke penjara telah melanggar prinsip dalam dunia hukum.

“Ya, bagi saya mencederai rasa keadilan dan kemudian tentu melanggar prinsip hukum yang dipegang teguh dalam dunia hukum,” kata Hamdan dalam diskusi publik ‘Eksaminasi Terhadap Putusan Perkara Irman Gusman’, di hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa (12/2/2019).

Menurut Hamdan, kasus Irman Gusman sama sekali tidak ada kaitannya dengan jabatan Irman. Namun entah mengapa kasus tersebut dinyatakan saling berkaitan.

BACA JUGA:   Testimoni Tokoh Atas Peluncuran Universitas Insan Cita Indonesia

Meski Pengadilan dan jaksa KPK menyetujui bahwa Irman memperdagangkan pengaruh, tapi yang perlu diingat ialah, pokok memperdagangkan pengaruh itu sendiri belum masuk ke dalam hukum Indonesia.

Sehingga, lanjut Hamdan, tak tepat bila memperdagangkan pengaruh disangkakan kepada Irman Gusman.

“Tidak berkaitan dengan jabatannya tapi dinyatakan berkaitan. Memang pintu masuknya oleh KPK dan pengadilan setuju dengan jaksa KPK bahwa dia memperdagangkan pengaruh. Memperdagangkan pengaruh itu sendiri belum masuk ke hukum Indonesia. Jadi, inilah yang menjadi masalah,” ungkap Hamdan.

BACA JUGA:   Haji Syarief Terpilih jadi Ketum PB GPMI, Kalahkan Hamdan Zoelva

Mantan Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini juga menyayangkan bila Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Irman tak dikabulkan. Pasalnya dia menilai, rekam jejak baik profil dan latar belakang Irman sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya adalah seorang penjahat.

“Kemudian yang kedua tadi bahwa dari profil latar belakang dan segala aspek, rasa-rasa dia bukan penjahat,” pungkasnya.

Penulis: Danang Triatmojo
Editor: Hasanudin Aco

sumber: tribunnews.com

News Feed