by

KAHMI Tak Ingin Menjadi Alat Politik Praktis

Print Friendly, PDF & Email

Jakarta: Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa (KAHMI) mengklarifikasi undangan yang beredar akan mendukung calon presiden, Joko Widodo. Koordinator Presidium Majelis Nasional KAHMI, Hamdan Zoelva mengatakan undangan yang diterima dari penasihat KAHMI, Akbar Tandjung merupakan acara peringatan 72 tahun kelahiran HMI dan pembuatan film Lafran Panel sebagai pahlawan nasional.

“Acara yang akan dihadiri Presiden Joko Widodo dan digelar pada Selasa, 5 Februari 2019, itu inisiatif kanda Akbar Tandjung,” kata Hamdan dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin, 4 Februari 2019.

Hamdan ingin menjaga marwah KAHMI sebagai organisasi yang independen. Dia tak ingin KAHMI dijadikan alat kepentingan politik praktis.

Saat bersilaturahmi ke kediaman Akbar Tandjung pada Jumat, 1 Februari 2019, Hamdan telah meminta agar acara tersebut tidak mendeklarasikan dukungan kepada capres-cawapres tertentu dengan mengatasnamakan KAHMI dan HMI.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: 70 Persen Calon Kepala Daerah Positif COVID-19

“Beliau (Akbar Tandjung) tidak akan menggunakan institusi baik KAHMI maupun HMI untuk kepentingan politik praktis. Kalaupun akan dilaksanakan deklarasi dukungan pada capres tertentu, beliau setuju menggunakan nama ‘Deklarasi Dukungan Sahabat AT untuk Jokowi’,” jelas Hamdan.

KAHMI Tak Ingin Menjadi Alat Politik Praktis
Beredar poster digital undangan deklarasi dukungan KAHMI dan HMI mendukung Jokowi di rumah politikus Golkar Akbar Tandjung. Foto: Dok. Istimewa.

Hamdan menghargai sikap dan pilihan politik para alumni HMI yang secara nyata berada di kedua pasangan capres-cawapres. Namun, dia meminta tetap menjaga komitmen keutuhan dan martabat organisasi KAHMI.

BACA JUGA:   Hamdan Zoelva: Salah Kalau Pelanggar PSBB Diancam UU Kekarantinaan

Dia juga menginstruksikan seluruh pimpinan KAHMI di semua tingkatan agar senantiasa menegakkan disiplin organisasi. Kemudian, mendeteksi dini terhadap kemungkinan pemanfaatan KAHMI untuk kepentingan politik, golongan, atau kelompok tertentu.

“Kami mengimbau kepada seluruh alumni HMI untuk terus mengembangkan tradisi, tabayyun dalam menghadapi berbagai isu, berita, informasi yang belum jelas kebenaran dan sumbernya,” tegas Hamdan.

Sebelumnya, beredar poster digital undangan deklarasi dukungan KAHMI dan HMI mendukung Jokowi di rumah politikus Golkar Akbar Tandjung, Jalan Punawarman, Kebayoran, Jakarta Selatan, Selasa 5 Februari 2019. Dalam poster tersebut terpampang wajah Jokowi dan Akbar Tandjung dengan latar lambang HMI.

(AZF)

sumber: medcom.id

News Feed