by

Bangunan Bersejarah Rentan Punah

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

BANJARNEGARA, SATELITOPST-Sebagai bentuk kepedulian atas peninggalan sejarah, sejumlah pencinta budaya dan sejarah di Banjarnegara melakukan napak tilas. Kegiatan ini dilakukan untuk mencari sejumlah cagar budaya yang ada di Banjarnegara.

Ketua Komunitas Cagar Budaya, Mujib Nur Wahid Titian Asmo mengatakan, dari sejumlah perjalanan yang dilakukan pada Minggu (3/2), para pencinta benda bersejarah ini menemukan beberapa rumah tua yang memiliki nilai sejarah penting.

Satu dari rumah tua yang dikunjungi ialah rumah mantan Ketua Partai Syarikat Islam Indonesia (PSII) tahun 1930 Oten Pardikin Partoadiwijoyo. Rumah ini memiliki catatan sejarah yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Pada masanya, rumah ini sering dijadikan tempat singgah bagi pahlawan nasional HOS Tjokroaminoto ketika melakukan kunjungan ke Banjarnegara.

BACA JUGA:   Syarikat Islam Sumatera Utara mengucapkan Selamat Milad ke-115 Tahun Syarikat Islam

“Selama ini, kita mengenal peninggalan bangunan tua itu di Klampok, namun selain di lokasi tersebut, ternyata masih banyak, termasuk di wilayah Kecamatan Kota. Sayangnya payung hukum terhadap cagar budaya di Banjarnegara masih sangat lemah karena belum ada Perda yang megatur tentang cagar buaya ini. Sehingga kalau kita masih melihat bangunan cagar budaya dibongkar, ya karena memang belum ada payung hukumnya,” katanya.

Dari kondisi ini, dia berharap pemerintah daerah dapat segera membuat Perda tentang perlindungan cagar budaya, sehingga keberadaannya terlindungi. “Kami dari komunitas akan mendorong dan mengawal agar Perda cagar budaya segera terwujud,” katanya.

BACA JUGA:   Ulama Diminta Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Selain mengunjungi rumah-rumah tua, para peserta juga melakukan diskusi bersama Wakil Bupati Banjarnegara, Syamsudin. Dalam diskusi tersebut, para peserta berharap agar Pemda dapat lebih peduli terhadap cagar budaya yang ada di Banjarnegara.

Dalam diskusi tersebut, Wabup meminta agar komunitas ini lebih bergaung dengan memberi rekomendasi literasi kepada Pemda dan masyarakat. “Objek-objek cagar budaya yang ada di Banjarnegara perlu didokumentasikan, dan diberikan datanya kepada pihak-pihak terkait. Karena melestarikan cagar budaya sudah ada undang-undangnya. Namun, mana kala orang-orang tidak tahu dan paham sejarah, maka bisa jadi pembongkaran dan penghilangan cagar budaya tetap terjadi,” kata wakil bupati. (oel@satelitpost.com)

sumber: satelitpost.com

News Feed