by

Pimpinan KPK Diteror, MN KAHMI: Jangan Sampai Terulang Kasus Novel

Print Friendly, PDF & Email

RMOL. Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) turut prihatin atas teror bom yang menimpa kediaman dua pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
“MN KAHMI sangat menyayangkan peristiwa tersebut dan berharap pimpinan dan segenap aparat maupun unit kerja di KPK agar tetap memiliki tekad dan komitmen tinggi dalam memberantas korupsi secara berkeadilan dan berkelanjutan,” kata Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva melalui siaran pers, Kamis (10/1).

MN KAHMI mendesak aparat kepolisian untuk bekerja secara progresif dan profesional untuk mengusut tuntas, menangkap aktor pelakunya.

“Jangan sampai terulang kembali kasus Novel Baswedan yang sampai saat ini belum ada kejelasan siapa pelakunya,” tegas Hamdan.

BACA JUGA:   Soal Pasal Kekarantinaan, Mantan Ketua MK Koreksi Pernyataannya

Kemarin, heboh kabar rumah Ketua KPK, Agus Rahardjo di Jati Asih, Bekasi mendapat kiriman paket diduga bom. Namun setelah dicek pihak kepolisian ternyata paket tersebut berisi potongan pipa yang dirakit mirip bom. Benda itu diduga diletakkan pukul 05.30 WIB di teras rumah Agus.

Berselang beberapa jam sebelumnya, rumah Wakil Ketua KPK, Laode M. Syarif dilempari bom molotov. Seorang saksi mata menuturkan, sempat terdengar ledakan pada pukul 01.00 WIB. Baru pagi harinya, sopir mobil Laode menemukan pecahan botol berisi minyak dengan sumbu. Pada tembok dekat balkon lantai dua rumah Laode terdapat jejak hitam bekas asap.

BACA JUGA:   Mantan Ketua MK : Anies dan HRS Tak Bisa Dipidana Pakai UU Karantina

“Teror bom molotov adalah bagian dari pengancaman dan tidak boleh dibiarkan,” ujar mantan ketua Mahkamah Konstitusi tersebut.

Selain berpotensi menimbulkan keresahan dan memunculkan berbagai spekulasi, menurut Hamdan, peristiwa tersebut dapat menciptakan instabilitas politik menyongsong Pileg dan Pilpres mendatang. Karena itu ia mengimbau warga KAHMI di mana pun untuk waspada serta proaktif menyampaikan informasi

“Koordinasi dengan MN KAHMI, khususnya terkait dengan kejadian yang berpotensi menimbulkan instabilitas politik,” tutupnya.[wid] 

sumber: rmol.co

News Feed