by

Kondisi Mirip Era Kolonial, SI Ingin Bangkitkan Ekonomi Umat

Print Friendly, PDF & Email

NUSANEWS – Sejarah pergerakan nasional Indonesia tidak terlepas dari perjalanan Serikat Islam (SI). Organisasi ini sebelumnya bernama Serikat Dagang Islam (SDI).

SDI dibangun untuk menghidupkan perekonomian umat dalam menghadapi terjangan ekonomi oleh golongan barat dan timur asing.

Gerakan ekonomi yang dipimpin oleh Haji Samanhudi itu kemudian berubah menjadi gerakan politik yang kuat di bawah pimpinan HOS Tjokroaminoto.

Dari rahim organisasi ini terlahir pemimpin-pemimpin bangsa seperti Bung Karno, Agus Salim, Abdul Muis, Abikusno Tjokrosujoso dan lain sebagainya.

BACA JUGA:   Peluncuran Website Badan Pengembangan Ekonomi Syarikat Islam (bapesi.id), 30 Agustus 2021

Jejak SDI itulah yang ingin diikuti oleh ormas Syarikat Islam saat ini. Ketua Umum Laznah Tanfidziyah Syarikat Islam, Hamdan Zoelva menegaskan bahwa cita-cita SI saat ini adalah membangun kembali ekonomi umat.

“Garis azimut Syarikat Islam ialah dengan menempatkan ekonomi sebagai gerakan dakwahnya,” ucap Hamdan saat memperingati satu abad Wanita Syarikat Islam (WSI) di Gedung Nusantara V, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12).

BACA JUGA:   Artly Kountur Kembali Nakhodai Syarikat Islam Kabupaten Mitra

Menurut Hamdan, persoalan ekonomi saat ini mirip era kolonial. Kue ekonomi hanya dimiliki oleh segelintir orang, yang mayoritas mereka bukan umat Islam.

“Kita abai melakukan penguatan ekonomi, sehingga umat Islam tidak memiliki daya saing. Oleh karena itu kita melakukan back to garis azimut,” pungkasnya.

sumber: demokrasi.co.id

News Feed