by

Penyerangan di Papua: Indonesia Harus Tegas Hadapi Tindakan Brutal Kelompok Separatis

Print Friendly, PDF & Email

NUSANEWS – Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MN KAHMI) mendesak aparat keamanan lebih meningkatkan fungsi publik servis kepada masyarakat pasca penyerangan di Kabupaten Nduga, Papua yang menewaskan 19 pekerja PT Istaka Karya dan satu prajurit TNI.

Koordinator Presidium MN KAHMI, Hamdan Zoelva mengatakan hal itu agar masyarakat mendapatkan rasa aman, nyaman, terlindungi dan terayomi.

BACA JUGA:   Muhammad Alim Meninggal Dunia, Hamdan Zoelva: Beliau Tidak Pernah Absen Sholat Malam

“Untuk meningkatkan kemampuan deteksi dini, antisipatif dan mencegah tindakan kejahatan terulang kembali,” ujar Hamdan, saat jumpa pers di KAHMI Center, Jakarta, Kamis (6/12).

Pihaknya, kata Hamdan, mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas dan segera menangkap pelaku pembunuhan.

“Kepada aparat, KAHMI di seluruh Indonesia dan masyarakat Indonesia untuk mewaspadai gerakan separatis yang merongrong kewibawaan NKRI,” kata Hamdan.

BACA JUGA:   14 September 2021: Undangan Kuliah Umum Dr. H. Hamdan Zoelva, S.H, M.H., "Membangun Budaya Konstitusi untuk Penguatan Demokrasi Indonesia

Indonesia, lanjutnya, harus menunjukkan sikap dan komitmen yang jelas menghadapi tindakan brutal dari kelompok separatis di Papua dan Papua Barat.

“Meminta kepada pemerintah untuk tidak berhenti membangun di Tanah Papua, karena bagian integral dari wilayah NKRI yang harus mendapatkan kesejahteraan dan keadilan,” pungkasnya. [lov]

sumber: demokrasi.co.id

News Feed