by

Ketua MPR Ingatkan Umat Islam Jangan Mau Tukar Suara dengan Sembako

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Ketua MPR Zulkifli Hasan mengingatkan agar umat Islam menghindari politik transaksional di Pemilu 2019. Hal itu dikatakan Zulkifli agar pemimpin yang dihasilkan benar-benar sesuai dengan kehendak rakyat.
Rakyat, kata Zulkifli, memiliki peran penting dalam mengarahkan kemajuan suatu negara. Karena kedaulatan dan kekuasaan sistem demokrasi Pancasila sepenuhnya ada di tangan rakyat.
“Dulu MPR kekuasaannya luar biasa. Sekarang tidak lagi (karena) UUD mengamanatkan demokrasi Pancasila. Kedaulatan dan kekuasaan ada di rakyat langsung,” ujar Zulkifli dalam sambutan Milad 1 Abad Wanita Syarikat Islam di Gedung MPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12).
Zulkifli mengatakan, hasil dari demokrasi Pancasila seharusnya menghasilkan kemakmuran bagi rakyat. Namun kenyataannya, rakyat masih dihadapkan dengan harga-harga yang melambung tinggi hingga gaduhnya perpolitikan nasional.
“Kenapa terjadi itu karena ketidaktahuan, sehingga terjadi politik transaksional. Kita ini dihargai atau tidak tergantung umat Islam sendiri, tergantung bapak ibu,” ungkapnya.
Menag, Lukman Hakim Saifuddin, Milad 1 Abad Wanita Sarikat Islam, Ketua MPR
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (kedua kiri) hingga Ketua MPR Zulkifli Hasan (kedua kanan), Hadiri Milad 1 Abad Wanita Sarikat Islam. (Foto: Ferio Pristiawan/kumparan)
Karena itu, ia meminta umat Islam bersatu dan jangan mau untuk diiming-imingi uang atau sembako di pemilu nanti. Sehingga, pemimpin yang dihasilkan nantinya benar-benar sesuai dengan keinginan rakyat.
“Kita disuruh berantem politik diambil, sumber daya alam diambil, ini harus disadari,” kata dia.
“Dilihat ukurannya sembako, umat Islam gampang, sembako juga selesai. Jadi jangka pendek tantangan terberatnya itu. Jadi jangan mau suara Ibu ditukar sembako. SI (Syarikat Islam) harus mendidik warganya karena nantinya yang kita pilih itu yang kita tentukan,” tuturnya.
Tak hanya itu, Zulkifli juga mendorong agar Syarikat Islam, termasuk Wanita Syarikat Islam, mempelopori pemilu damai dan pemilu gembira.
“Peraturan boleh bagus, tapi pelaksanaan enggak bagus ya sama saja. Memilih dengan kesadaran penuh, bukan transaksional,” pungkasnya

sumber: kumparan.com

BACA JUGA:   Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama dalam Pelaksanaan Pilkada

News Feed