by

Wanita Syarikat Islam Undang Menag Hadiri Milad ke-100

Bagikan:
Print Friendly, PDF & Email

Moeslimchoice. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin menerima kunjungan pengurus pusat Wanita Syarikat Islam (WSI).  Kehadiran mereka dalam rangka mengundang Menteri Agama untuk memberikan sambutan pada Milad WSI ke-100 yang akan digelar di Gedung Nusantara MPR pada 7 Desember 2018.

Mereka yang hadir adalah Ketua Umum WSI Valina Singka Subektin, Wakil Ketua Nila Rizal Noor, Sekjen WSI Chairunnisa Yusuf, Bendahara Umum Muzia Evalisa, serta Zubaidah Muhtar selaku penasihat. Ikut mendampingi Menag, Direktur Penerangan Agama Islam A Juraidi dan Kabag TU Pimpinan Khairul Huda Basyir.

WSI berdiri pada 7 Desember 1918 M di Garut, Jawa Barat. Pada awal berdirinya, WSI bernama Siti Fatimah. Hingga saat ini, anggota WSI paling banyak berada di wilayah Jawa Barat dan Jawa Tengah, terutama di daerah Banjarnegara.

BACA JUGA:   Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama dalam Pelaksanaan Pilkada

“Kami mohon perkenan Menag untuk hadir dan memberikan sambutan. Pengurus Wanita Syarikat Islam tentu akan sangat senang jika Pak Menteri berkenan hadir,” terang Valina Singka di Jakarta, Selasa (04/12).

Menurutnya, bersamaan Milad ke-100, akan digelar juga Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang berlangsung dari 8 – 9 Desember 2018. Mukernas ini diikuti 500 peserta dari 24 Wilayah di Indonesia.

“Dalam rangka Milad, sebelumnya WSI juga menggelar bakti sosial kesehatan berupa pengobatan gratis dan diikuti sekitar 350 warga,” ujarnya.

Selain terkait Milad, pertemuan WSI dengan Menag juga membahas masalah pendidikan pra-nikah. Kepada Menag, Valina Singka melaporkan bahwa WSI juga mengembangkan program pendidikan pra-nikah selama dua hari.

“Ormas perempuan Islam harus go to basic untuk membangun ketahanan keluarga. Sebab, keluarga fondasi awal,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pilkada Di Masa Pandemik, WSI: Mengedepankan Integritas Dan Ketatkan Protokol Kesehatan

Menag Lukman menyambut undangan WSI. Menag berharap bisa hadir dalam peringatan Milad WSI ke-100.

Terkait pendidikan pra-nikah, Menag menyampaikan bahwa dalam beberapa tahun terakhir pihaknya concern dalam program bimbingan perkawinan atau bimwin. Selain itu, dilakukan juga revitalisasi gedung KUA menjadi Balai Nikah dan Manasik Haji.

“KUA kita sekarang kita renovasi dibuat aula lebih luas. Kita tidak mau KUA hanya menjadi tempat akad nikah. Lebih penting lagi, gedung KUA bisa dimanfaatkan untuk pendidikan pra-nikah,” tandasnya.

Dalam konteks ini, Menag dan WSI sepakat tentang pentingnya pendidikan bagi calon orang tua atau pendidikan persiapan menjadi orang tua. [kemenag]

sumber: 86news.co

News Feed