by

Tak Perlu Aksi Bela Tauhid, PB SEMMI Percayakan Profesionalisme Polri

Print Friendly, PDF & Email

AKURAT.CO, Polemik pro kontra insiden pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid (Syahadat) oleh beberapa kader Banser NU di Garut membuat sejumlah kalangan akan menggelar aksi unjuk rasa.

Menanggapi hal tersebut ketua umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PB SEMMI), Bintang Wahyu Saputra mengatakan aksi yang bertajuk “Aksi Bela Tauhid” sudah tidak perlu dilakukan. Hal ini mengingat bahwa sudah ada klarifikasi dari pihak-pihak terkait dalam kasus tersebut, baik dari PP GP Ansor yang membawahi Banser.

“Kalau aksi-aksi besok tidak perlu ya karena sudah ada klarifikasi, dan sudah ada aparatur hukum menindaklanjuti proses hukum yang sedang berjalan di negeri ini,” kata Bintang kepada wartawan, di Jakarta, Kamis (25/10).

Bagi Bintang, aksi yang akan digelar oleh beberapa kalangan tersebut justru akan membuat tensi konflik sosial semakin runcing lagi. Bahkan bisa mengarah kepada perpecahan antar bangsa.

BACA JUGA:   SEMMI Jakarta Raya : 33 Anggota DPRD DKI Yang Ajukan Interpelasi Soal Formula E Tidak Jelas

“Saya rasa besok demo justru menambah perpecahan dan perkeruh suasana menuju perpecahan bangsa, janganlah!,” ungkapnya.

Menurut Bintang, saat ini aparat kepolisian sedang menjalankan tugasnya untuk menuntaskan kasus tersebut, apalagi GP Ansor sebagai organisasi yang membawahi Banser juga sudah meminta maaf dan menyerahkan segala proses hukum kepada aparat kepolisian.

Bintang menilai seharusnya seluruh masyarakat khususnya umat Islam di Indonesia memberikan ruang bagi aparat untuk menjalankan tugasnya dan menyerahkan penuntasan hukum kepada aparat yang berwajib, bukan malah membuat suasana semakin gaduh lagi.

“Saya rasa sebagai warga negara yang baik seharusnya mendukung Polri untuk menjaga profesionalisme penegakan hukum di Indonesia dan menjaga sikap independensi dari polri itu sendiri,” ujarnya.

BACA JUGA:   Pelantikan Pengurus Wilayah SEMMI Sulawesi Barat oleh Sekjend PB SEMMI Saputra Adhi Lesmana

Ia mengkhawatirkan, di momentum tahun pemilu seperti saat ini terlebih menjelang Pileg dan Pilpres 2019, konflik semacam ini justru akan menjadi kesempatan empuk bagi elite politik untuk bermanuver.

“Hanya saja kan proses hukum di negeri ini kan sedang berjalan, alangkah baiknya tidak terjadi politisasi atau penggemboran dari para elite politik untuk menggoreng isu ini, sehingga perpecahan atau panasnya suhu politik menjelang Pilpres 2019 tidak semakin membentuk perpecahan di tengah-tengah kesatuan bangsa,” pungkasnya.

Terakhir, Bintang pun meminta agar seluruh pihak dapat menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.[]

sumber: akurat.co

News Feed