Syarikat Islam Sesal Pembakaran Bendera Tauhid, Pengganti Pancasila Harus Bubar

by admin
2 views

POJOKJABAR.com, BANDUNG- Tindakan pembakaran bendera bertuliskan kalimat Tauhid oleh kelompok tertentu menjadi penyesalan pihak Dewan Pimpinan Pusat Syarikat Islam (DPP SI).

Hal ini lantaran kalimat dalam bendera tersebut adalah kalimat yang disucikan yang menunjunkkan esensi paling pokok dari ajaran Islam.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPP Syarikat Islam, Taufik Makarao melalui pernyataan tertulis yang diterima RMOLJabar (Pojoksatu.id group), Senin (22/10) malam. Hal tersebut menanggapi pembakaran bendera Tauhid oleh kelompok tertentu pada peringatan Hari Santri, di Garut, Jawa Barat.

“Tindakan tersebut merupakan tindakan yang bukan saja tidak pantas dilakukan, tetapi juga tindakan yang sangat berlebihan dan menyakitkan hati siapa pun yang mengaku muslim,” katanya.

BACA JUGA:   Lembaga da'wah SI Sulut mengucapkan selamat Milad ke-116 Tahun Syarikat Islam

Syarikat Islam sangat menyesalkan perbuatan tersebut apalagi dilakukan oleh seorang muslim. Menurutnya, SI sangat setuju untuk membubarkan organisasi yang hendak mengganti Pancasila sebagai dasar negara, termasuk HTI.

“Tetapi bendera yang bertuliskan kalimat Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah tidak selalu harus dipandang sebagai bendera HTI sebagai partai. Bahkan sekalipun itu adalah bendera HTI pembakaran tersebut adalah perbuatan yang tidak pantas dilakukan oleh seorang muslim, karena yang dibakar adalah kalimat Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah,” ujarnya.

BACA JUGA:   *Program Salam Radio* Ahad, 12 September 2021 Pukul 10.00 - 11.00 WIB *Pembukaan Musyawarah Kerja Nasional ke V Syarikat Islam*

Menurutnya, Pancasila merupakan kesepakatan para pendiri negara yang didalamnya para tokoh Islam yang dihormati di antaranya ada tiga tokoh Syarikat Islam dalam Panitia Sembilan, oleh karena itu SI menghormati kesepatan ini sebagai jalan tengah kehidupan kebangsaan Indonesia.

Akan tetapi SI tidak dapat membenarkan dan sangat menyesalkan pembakaran bendera yang bertuliskan kalimat Lailaaha illallah Muhammadarrasulullah, yang merupakan kalimat suci dalam keyakinan agama Islam.

“Syarikat Islam meminta kepada aparat keamanan untuk menegakan hukum agar tidak terulangnya perbuatan seperti itu,” demikian Taufik.

(ald/rmol/pojokjabar)

sumber: jabar.pojoksatu.id

You may also like

Chat sekarang
Punya Berita Seputar SI? Klik Disini